Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengakuan Britney Spears, Dipaksa Pakai Kontrasepsi hingga Dilarang Punya Anak Oleh Ayahnya

Dipaksa pakai kontrasepsi hingga dilarang punya anak, ini kesaksian Britney Spears saat sidang di Pengadilan Tinggi Los Angeles!

Pengakuan Britney Spears, Dipaksa Pakai Kontrasepsi hingga Dilarang Punya Anak Oleh Ayahnya
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-06-25 01:00:23 

Parapuan.co - Pada Rabu (23/6/2021), Britney Spears memberikan kesaksian soal hal buruk yang dialaminya saat sidang di Pengadilan Tinggi Los Angeles.

Bintang pop ini meminta alat kontrasepsi IUD yang terpasang di rahimnya dilepas agar ia bisa memiliki anak lebih banyak.

"Saya ingin menikah dan punya bayi," ujar Spears kepada Hakim Brenda Penny dikutip dari laman billboard.com.

Britney Spears menuntut hal tersebut karena lebih dari 13 tahun ia berada dalam konservatori sang ayah yang selalu mengekangnya.

Baca juga: Anak Perempuan Jadi Korban, Ini Beberapa Sebab Pemaksaan Perkawinan Kerap Terjadi

Berdasarkan sumber yang terpercaya, konservatori ialah tanggung jawab pengasuhan atau wali dalam hal hak asuh.

"Saya diberitahu sekarang di konservatori, saya tidak bisa menikah atau punya bayi. Saya memiliki IUD di dalam diri saya sekarang jadi saya tidak hamil. Saya ingin melepas IUD agar bisa mulai mencoba untuk memiliki bayi lagi. Tetapi tim yang disebut ini tidak akan membiarkan saya pergi ke dokter untuk mengeluarkannya karena mereka tidak ingin saya memiliki anak lagi," ujar Spears.

Keinginan ibu dua anak ini untuk memiliki anak lagi dan melepaskan alat kotrasepsi yang mengekangnya, didukung oleh Direktur dan CEO Planned Parenthood Federation of America Alexis McGill Johnson.

Melalui rilis pernyataannya, ia menyatakan dukungan terhadap pelantun lagu "Toxic" untuk kebebasannya dalam memperluas keluarga.


"Sangat menyedihkan mendengar trauma yang dialami Britney Spears - termasuk berita mengerikan bahwa dia belum bisa melepas IUD-nya sendiri," bunyi pernyataan tersebut.

"Kami berdiri dalam solidaritas, berdiri bersama Britney dan semua perempuan yang menghadapi pemaksaan reproduksi. Kesehatan reproduksi anda adalah milik anda sendiri - dan tidak ada yang harus membuat keputusan tentang itu untuk Anda. Setiap orang harus memiliki kemampuan untuk membuat keputusan sendiri tentang tubuh mereka dan berolahraga secara fisik. otonomi," tegasnya lagi.

Baca juga: Framing Britney Spears dan Begitu Mudahnya Kita Menghakimi Orang Lain

Akun Twitter resmi Women's March juga menyatakan dukungannya terhadap Britney Spears.

"Setiap orang berhak untuk dapat membuat pilihan mereka sendiri: untuk tubuh mereka, untuk kesehatan mereka, untuk hidup mereka. Kami mendukung anda, Britney, dan semua perempuan yang melarikan diri dalam situasi yang kasar dan mengendalikannya," tulis Women's March pada Rabu (23/6/2021). (*)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas