Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Remaja Perempuan Labil dan Anggapan Salah Mengenai Fangirl di Indonesia

Tidak mudah menjadi fangirl sebab sering diberikan stigma negatif serta pandangan miring. Berikut contoh anggapan salah mengenai fangirl di Indonesia.

Remaja Perempuan Labil dan Anggapan Salah Mengenai Fangirl di Indonesia
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-08-01 17:00:25 

Parapuan.co - Tidak gampang menjadi seorang perempuan penggemar atau fangirl yang masih kerap mendapat stigma negatif dari lingkungan.

Masyarakat memandang fangirl sebagai seorang remaja perempuan labil yang suka histeris ketika melihat idolanya, obsesif, dan hanya menggunakan waktu untuk idolanya.

Nyatanya, fangirl punya lebih banyak sisi positif dari sekadar remaja perempuan labil.

Fangirl bisa juga mereka yang tergabung dalam sebuah fandom, melakukan kegiatan amal, berdonasi, menggalang dana, melakukan proyek penyelamatan lingkungan, hingga melek isu politik terkini.

Baca Juga: Penggemar K-Pop di Indonesia Alami Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online Gara-gara Mayoritasnya Perempuan

Fangirling (aktivitas yang dilakukan oleh fangirl) juga jadi cara seseorang mencari hiburan, terlebih di masa pandemi yang membatasi ruang gerak.

Konten K-Pop, baik itu film, musik, drama hingga variety show adalah hiburan menarik di situasi sekarang.

Maka, tidak ada yang salah dengan menjadi fandom jika itu untuk membahagiakan dirinya sendiri dan tidak merugikan orang lain.

Tidak juga semua fangirl itu seorang remaja muda yang tidak tahu apa-apa dan hanya tahu cara mengidolakan idolanya.

Halaman
1234
Sumber: Parapuan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas