Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Puan Talks: Kenali Perbedaan Baby Blues dan Postpartum Depression Pasca Melahirkan

Sering dikira sama, kenali perbedaan baby blues dan postpartum depression yang kerap dialami oleh ibu pasca melahirkan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eso Saja
zoom-in Puan Talks: Kenali Perbedaan Baby Blues dan Postpartum Depression Pasca Melahirkan
Ilustrasi Parapuan Foto 2022-01-21 17:01:45 

Parapuan.co - Melahirkan buah hati yang selama ini memang telah lama dinanti tentu rasanya sangat menggembirakan.

Kawan Puan akhirnya bisa menimangnya, menciuminya, bahkan memandikan dan memakaikannya baju-baju lucu.

Kebahagiaan Kawan Puan dan pasangan bisa dipastikan bakal bertambah seiring dengan kehadiran buah hati di rumah.

Namun ternyata, kelahiran seorang bayi dalam kehidupan rumah tangga tidak selamanya mendatangkan kebahagiaan.

Baca Juga: Puan Talks: Dokter Obgyn Jelaskan Menstruasi Teratur dan Cara Hitung Siklusnya

Ada sebagian perempuan yang justru merasa sedih, stres, cemas, bingung, dan tertekan setelah kelahiran buah hatinya.

Rekomendasi Untuk Anda

Perubahan kebiasaan dan peran baru perempuan sebagai ibu adalah hal yang memicu perasaan tersebut.

Kondisi stres, tertekan, bahkan depresi pasca melahirkan ini kerap disebut sebagai baby blues syndrome.

Namun pada kondisi yang lebih parah, bisa jadi perempuan bukan mengalami baby blues, namun postpartum depression.

Lalu apa perbedaan baby blues dan postpartum depression?

Dalam episode Puan Talks: Mengenal Doula sebagai Sumber Kekuatan para Ibu, di Instagram Live @cerita_parapuan, Kamis, (20/1/2022), banyak dibahas mengenai perbedaan baby blues dan postpartum depression.

Ashtra Dymach, seorang PPD (Postpartum Depression) survivor yang kini berprofesi sebagai doula menceritakan pengalamannya.

"Setelah melahirkan, punya new born, bangun-bangun malam, kehilangan pekerjaan sebagai wartawan, sebagai ibu bekerja, merasa eksistensiku hilang, dan akhirnya merasa kehilangan diriku sendiri," ungkapnya.

Baca Juga: Puan Talks: Penjelasan Dokter Obgyn Soal Perempuan Lebih Sensitif saat Menstruasi

Setelah itu, Ashtra pun mencari tahu apa yang terjadi dengan dirinya, dan ternyata ia mengalami postpartum depression (PPD).

Mengutip dari laman Women's Health, postpartum depression adalah kondisi mental yang memengaruhi perilaku serta kesehatan fisik, di mana seseorang mengalami depresi, sedih, hampa tidak kunjung hilang, serta merasa tidak terhubung dengan bayi.

Bahkan, dalam kondisi tersebut seseorang merasa seolah-olah ia bukan ibu dari bayi tersebut, atau mungkin tidak menyayangi atau merawat bayinya.

Sebagian orang menganggap kondisi ini sama seperti baby blues syndrome, tapi anggapan itu tidak benar. 

Dalam kesempatan tersebut Ashtra juga menjelaskan perbedaan kondisi yang dialaminya dengan baby blues.

"Beda postpartum depression dan baby blues adalah PPD merasa tidak bisa mengurus anak dengan baik dan tidak bisa menjadi ibu yang baik, serta baby blues hanya berlangsung sekitar 14 hari setelah melahirkan," jelasnya.

Ia juga mengungkap bahwa kondisi depresi ini hanya dialami oleh 20% perempuan, jadi belum setelah perempuan melahirkan maka ia akan mengalami depresi.

Lebih lanjut lagi, melansir dari laman WebMD terdapat beberapa perbedaan lainnya antara baby blues dan postpartum depression.

Baca Juga: Puan Talks: Mitos dan Fakta Menstruasi yang Perlu Semua Perempuan Tahu

Adapun hal yang membedakan dua kondisi tersebut adalah gejalanya, perempuan baby blues akan mengalami mood swing, di mana ia bisa merasa bangga menjadi ibu namun beberapa menit kemudian beranggapan ia tidak mampu mengerjakan tugas itu.

Selain itu, perempuan baby blues juga mudah tersinggung, kewalahan, dan cemas.

Sementara, perempuan yang mengalami postpartum depression merasa putus asa, sedih, tidak berharga, dan sering menangis.

Lebih dari itu, ia juga merasa tidak memiliki keterikatan dengan bayinya, bahkan ia juga bisa mengalami anxiety dan panic attack.

Cara mengobati postpartum depression 

Masih dalam kesempatan yang sama, Ashtra juga menceritakan perjalanannya dalam mengatasi postpartum depression yang dialaminya.

Ashtra menyampaikan, saat mengalami kondisi tersebut, ia pun mencari teman dan mencari bantuan. 

"Cara bangkitnya adalah dengan mencari teman, cari bantuan, gimana ya, apa yang aku rasakan," ungkapnya.

Baca Juga: Puan Talks: Ini Cara Maya Hasan Ajak Masyarakat Lebih Suportif Lewat Myndfulact

Tak hanya itu, dalam proses mengatasi PPD tersebut, ia juga mengedukasi pasangan dan orang-orang di sekitarnya mengenai kondisi yang dialaminya.

"Aku edukasi ke pasanganku, orang-orang sekitarku, dan akhirnya aku didukung, lalu perjalanan PPD akhirnya menjadi lebih baik," pungkasnya. 

Dalam artian, saat berada di kondisi tersebut, hal yang dibutuhkan agar proses penyembuhan berjalan dengan mudah adalah adanya dukungan dari pasangan dan orang-orang terdekat.

(*)

Sumber: Parapuan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas