Tribun

Awalnya Disebut Kelelahan, Santri Gontor Ternyata Tewas karena Penganiayaan

Berikut ini sederet fakta soal kasus penganiayaan yang terjadi di Ponpes Gontor hingga mengakibatkan seorang santri meninggal

Penulis: Linda Fitria
zoom-in Awalnya Disebut Kelelahan, Santri Gontor Ternyata Tewas karena Penganiayaan
Ilustrasi kekerasan pada anak 

Parapuan.co - Kasus penganiayaan pada santri di Pondok Pesantren Gontor, Kabupaten Ponorogo baru-baru ini jadi sorotan publik.

Pasalnya, penganiayaan tersebut sampai merenggut nyawa korban yang diketahui berinisial AM itu.

Kasus kekerasan ini awalnya diketahui dari curhatan ibu korban, Soimah pada Hotman Paris yang melihat kejanggalan pada kematian sang anak.

Melansir Kompas.com, pihak Soimah tidak terima dengan meninggalnya sang anak, apalagi pihak ponpes awalnya berbohong.

Soimah menyebut awalnya sang anak dikabarkan meninggal karena kelelahan saat mengikuti Perkemahan Kamis Jumat.

Kabar meninggalnya AM ini diterima keluarga dari Ustad Agus, pada Senin (22/8/2022) pukul 10.20 WIB.

“Akhirnya almarhum tiba di Palembang pada Selasa siang, 23 Agustus 2022, diantar oleh pihak Gontor 1 dipimpin ustad Agus. Itu pun saya tidak tahu siapa ustad Agus itu, hanya sebagai perwakilan,” tulis Soimah dalam surat terbuka yang dia buat dan telah dikonfirmasi Kompas.com, Senin (5/9/2022).

Setelah itu, Soimah mendapat kabar dari orang tua santri lain bahwa sang anak tidak meninggal karena kelelahan.

Hal itu membuat keluarga Soimah akhirnya membuka peti jenazah AM.

Halaman
123
Sumber: Parapuan
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas