Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

LSI: 11 Peserta Konvensi Demokrat Kalah Tenar dari Jokowi

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan peserta konvensi capres Partai Demokrat belum banyak dikenal masyarakat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Sanusi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan peserta konvensi capres Partai Demokrat belum banyak dikenal masyarakat. Seluruh peserta konvensi belum dapat menandingi pamor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Seperti diketahui, 11 nama peserta konvensi berasal dari latar belakang yang berbeda, mulai dari politisi, akademisi, hingga pensiunan TNI.

Ke-11 peserta konvensi Partai Demokrat yaitu, Dahlan Iskan, Marzuki Ali, Pramono Edhie, Gita Wirjawan, Hayono Isman, Anies Baswedan, Dino Patti Djalal, Irman Gusman, Sarundajang, Ali Masykur Musa, dan Endriartono Sutarto.

"Jokowi itu masuk capres wacana, karena belum ada inisiatif untuk usung dia dan belum ada kejelasan partai. Bisa dibilang peserta konvensi kalah pamor dengan Jokowi," ujar peneliti LSI Rully Akbar, dalam survei yang bertema 'Terancamnya Konvensi Demokrat, dari Hero to Zero kah Nasib Demokrat?' di gedung LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2013).

Dari survei tersebut, kandidat capres dari partai lain seperti Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, Joko Widodo, Wiranto, dan Hatta Rajasa memiliki tingkat pengenalan sebesar 70 persen.

"Sedangkan, nama-nama peserta konvensi masih di bawah 60 persen tingkat pengenalanannya," kata Rully.

Akibat kurang dikenal publik, Rully melihat ada kerugian pada pemenang konvensi capres Demokrat. Menurutnya, konvensi yang diharapkan menjaring calon presiden yang disukai publik pun dinilai gagal.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saat ini tidak ada partai yang mau berkoalisi karena takut capres konvensi Demokrat tak menang dalam pemilu. Motif utama parpol adalah berkuasa, perilaku parpol itu tidak mau kalah," katanya.

Survei dilakukan pada 12 September sampai 5 Oktober 2013 di 33 Provinsi di Indonesia dengan menggunakan 1.200 responden. Survei ini menggunakan wawancara tatap muka. Metode yang digunakan multistage random sampling, dengan margin of error sebesar 2,9 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas