Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahfud MD: Kalau Jokowi di Partai Lain Tidak akan Terpilih Jadi Presiden

Mahfud MD justru melihat Jokowi bisa menjadi Presiden justru karena direstui dan didukung Megawati

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mahfud MD: Kalau Jokowi di Partai Lain Tidak akan Terpilih Jadi Presiden
TRIBUN/DANY PERMANA
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (kanan) bersama tokoh nasional Try Sutrisno (dua kanan) dan tokoh lintas etnis lainnya mendeklarasikan pencapresan Mahfud MD di sebuah Hotel di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (29/12/2013). Mahfud MD didukung oleh komunitas lintas etnis dan Ikatan Keluarga Madura (Ikama) untuk maju bertarung dalam pilpres 2014, namun masih belum jelas akan menggunakan kendaraan partai politik yang mana. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Meskipun Jokowi sangat populer di Indonesia, ternyata Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD justru melihat Jokowi bisa menjadi Presiden justru karena direstui dan didukung Megawati Ketua Umum PDIP.

"Memang popularitas Jokowi tak dapat dibendung lagi di masyarakat. Tetapi satu kunci keberhasilan Jokowi justru kalau dia direstui dan didukung oleh Megawati. Kalau Jokowi lewat partai lain tidak lewat PDIP saya yakin malahan tidak ada yang memilihnya," ujar Mahfud khusus kepada Tribunnews.com Senin(27/1/2014).

"Itulah sebabnya muncul spekulasi bahwa Jokowi sedang diincar oleh partai lain. Tetapi saya yakin pula Jokowi tak akan mau dibawa oleh partai lain. Hanya mau dibawa oleh Megawati. Tetapi  kalau tidak ada Jokowi maka kekuatan sebenarnya saat ini seimbang antara Jokowi, Prabowo dan Aburizal Bakrie," kata Mahfud.

Sementara calon lain yang tak punya partai seperti Dahlan Iskan yang di Konvensi Demokrat cukup kuat. Demikian pula Jusuf Kalla cukup populer saat ini meskipun belum ada partai yang mengiringnya.

"Sedangkan posisi saya sudah saya nyatakan bahwa karena banyak dorongan dari berbagai  pihak yang tak mungkin saya pura-pura, maka  saya siap maju sebagai Presiden, tetapi dengan prinsip, kalau memang mau maka saya ingin perbaiki cara yang ada, cara yang ditempuh dengan cara baik. Tidak mungkin untuk memperbaiki sesuatu tidak dengan cara baik. Saya tak mau main money politics, saya tak mau janji palsu, saya tak mau kebohongan publik. Bahkan saya tak mau mencerca lawan politik,"ujarnya.

Oleh karena itu Mahfud kembali menekankan, kalau ada calon lain yang bagus dirinya akan dukung juga dia secara commonsense publik yang akan ikut mewarnai opininya.

Rekomendasi Untuk Anda

Diakuinya, untuk naik menjadi Calon Presiden harus lewat partai, lalu dari partai apa?

"Dulu sebelum konvensi Demokrat saya diajak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar supaya dapat tiket capres maka sekretaris SBY, Jero Wacik dan juga Sugeng Saryadi akhirnya meminta saya ikut Konvensi Demokrat. Tapi akhirnya saya tak ikut meskipun ada di deretan atas,"ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, yang utama baginya karena tidak kejelasan kontrak yang ditawarkan partai Demokrat. Kalau saya dicalonkan menang konvensi tetapi kemudian partai Demokrat kalah dalam pemilu.

"Lalu apa hak orang yang menang tak dijelaskan? Bisa saja kan ditinggalkan karena tak bia dicalonkan presiden, lha rugi dong,"ujarnya.

Hal kedua penolakan Mahfud karena posisi etis dirinya yang juga mantan Wakil Ketua Umum PKB. Saya akan ditertawai orang kalau mau jadi Presiden lalu ke partai lain. Itu kan seperti menjadi kutu loncat.

Mahfud juga bicara kepada Muhaimin mengenai berbagai keinginan, meskipun belum final, dimana Muhaimin menyatakan terbuka semua kemungkinan termasuk mencalonkan Mahfud, Jusuf Kalla dan Rhoma Irama sebagai Capres PKB.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas