Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi Masuk Bursa Caleg PPP, Waketum: Saya Enggak Kenal!

Hasrul mengatakan pihaknya mengutamakan kader PPP untuk menjadi calon presiden

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Jokowi Masuk Bursa Caleg PPP, Waketum: Saya Enggak Kenal!
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sedang berbincang dengan warga ketika meninjau Rumah Pompa Pluit, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (13/1/2014). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 7-9 Februari 2014.  Satu di antara sejumlah agenda yang akan dibahas adalah pencalonan presiden.

Nama yang kuat diusung sebagai calon presiden adalah Ketua Umum PPP Suryadharma Ali. Namun ada nama lain yang dipertimbangkan seperti Jusuf Kalla, Anies Baswedan, dan Joko Widodo. Wakil Ketua Umum PPP Hasrul Azwar menyatakan calon kuat tetap Suryadharma Ali.

"Yang pasti SDA (Suryadharma Ali) dari internal. Dari eksternal enggak ada," kata Hasrul di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/2/2014).

Hasrul mengatakan pihaknya mengutamakan kader PPP untuk menjadi calon presiden. Dalam kesempatan itu, Ketua Fraksi PPP itu juga menyinggung Jokowi yang juga dipertimbangkan sebagai calon presiden.

"Saya enggak kenal, Kepemimpinan Jokowi, blusukan iya tapi manajemennya gimana? Soal blusukan oke, buka celana, masuk gorong-gorong," tuturnya.

Hasrul mengatakan Suryadharma Ali sudah memenuhi kriteria sebagai calon presiden. Seperti, Ketua Umum PMII (Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia) kemudian menjadi anggota DPR dengan duduk sebagai Ketua Komisi V.

Rekomendasi Untuk Anda

"Lalu jadi Menteri Koperasi dan UKM dan Menteri Agama. Itu sudah di kosmopolitan," katanya.

Mengenai prediksi kemenangan Suryadharma Ali di Pemilihan Presiden 2014, Hasrul belum dapat berkomentar. "Kalah menang urusan Allah, kita berusaha dan optimis. Target kursi juga seperti 2004, 58 kursi," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas