Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BIN: Ada Indikasi Kelompok Radikal Ganggu Pemilu 2014

Marciano Norman menyebutkan ada indikasi kelompok radikal akan memanfaatkan momentum Pemilu 2014 sebagai ajang balas dendam.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Gusti Sawabi

 
Laporan wartawan tribunnews.com : Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menyebutkan ada indikasi kelompok radikal akan memanfaatkan momentum Pemilu 2014 sebagai ajang balas dendam.

Hak itu diungkapkan Marciano saat memaparkan materinya dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemantapan Pemilu Anggota DPR DPD dan DPRD Tahun 2014 di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2014).

"Beberapa temuan juga mengindikasikan terdapatnya kelompok-kelompok radikal yang bermaksud melaksanakan aksi-aksi terorisme terkait denga pelaksanaan Pemilu," kata Marciano.

Dikatakannya kelompok radikal yang berafiliasi dengan jaringan pelaku terorisme kini aktif menyuarakan penolakan penyelengaraan Pemilu, menyuarakan isu-isu sara, isu-isu ketidak adilan, pembelaan kelompok termajinalkan dan lain-lain.

"Mereka aktif menyuarakan penolakan penyelengaraan pemilu," ujarnya.

Hal tersebut sebagai dampak dari keberhasilan penindakan terorisme yang dilakukan aparat kepolisian dimana para pelakunya ada yang berhasil ditangkap atau tewas saat disergap.

Rekomendasi Untuk Anda

"(Hal itu) Terindikasi memicu niatan balas dendam dikalangan kelompok radikal pada momentum pelaksanaan Pemilu yang akan datang," katanya.

Permasalahan pemilu akan semakin kompleks dengan adanya gerakan-gerakan yang menganggap bahwa Pemilu tidak sah. Tentu hal tersebut dipicu dari ketidakpuasan atau tidak terakomodir eksistensinya secara politik baik di dalam sistem yang berlaku saat ini maupun setelah Pemilu mendatang.

"Kompleksitas permasalahan yang dihadapi pun semakin bertambah dengan adanya gerakan-gerakan untuk mendelegitimate keadaan Pemilu itu sendiri oleh pihak-pihak yang diantaranya ditenggarai bertendesi tidak puas atau khawatir tidak terakomodir eksistensinya secara politik," ucap Marciano.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas