Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pramono Edhie: Pembangunan Tidak Boleh Meninggalkan Akar Budaya

Edhie menyatakan laju pembangunan tidak seharusnya bertentangan dengan budaya lokal

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pramono Edhie: Pembangunan Tidak Boleh Meninggalkan Akar Budaya
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Salah satu kandidat Calon Presiden pada konvensi Partai Demokrat yang juga mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Pramono Edhie Wibowo mengunjungi Jakarta Photojournalist Fest 2014 yang bertemakan Jakarta Berharap di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (9/2/2014). Pameran yang diselenggarakan Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) menampilkan 120 karya dari 79 pewarta foto dari berbagai media dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2014. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pramono Edhie Wibowo, peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat tiba di Bali pagi ini terkait keikutsertaannya dalam Debat Bernegara Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat yang akan diselenggarakan tanggal 18 Februari 2014. 

Dalam kesempatanya bersilaturahmi dengan pewarta berita media-media di Bali, Edhie menyatakan laju pembangunan tidak seharusnya bertentangan dengan budaya lokal.

"Sehubungan dengan rencana reklamasi Tanjung Benoa dan menjadikan Puri Besakih menjadi kawasan industri wisata, saya berharap kepentingan akar budaya dan kepentingan ekonomi komersil bisa dimusyawarahkan untuk mencapai mufakat oleh pemerintah dan warga sekitar untuk memberikan yang terbaik, khususnya warga Bali," ujar Edhie dalam pernyataannya yang diterima Tribunnews, Senin(17/2/2014).

Atas fakta bahwa industri pariwisata menjadi tulang punggung pendapatan dan penghidupan masyarakat, Edhie menyatakan bahwa pertahanan dan keamanan menjadi hal yang wajib di wujudkan di Bali.

"Kita tahu persis dampak pemboman yang beberapa kali terjadi di Bali. Kehidupan masyarakat yang bertopang pada industri pariwisata saat itu seperti mati suri dan berdampak terhadap citra Indonesia di dunia. Saya tidak ingin hal buruk tersebut terjadi lagi, pertahanan dan keamanan akan saya perkuat jika saya diberikan amanah oleh rakyat untuk memimpin Indonesia," kata Edhie. ‎

Lanjut mengenai reklamasi Pantai Tanjung Benoa, Edhie mengimbau bagi investor dan pemerintahan daerah untuk justru mengembangkan daerah yang masih tertinggal.

"Hasil kunjungan saya beberapa kali ke Bali, saya lihat Bali Utara dan Selatan masih tertinggal dan berpotensi untuk dikembangkan, misalnya di Singaraja," saran Edhie. ‎

Rekomendasi Untuk Anda

Diakhir pertemuan Edhie menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan.

"Saya percaya bahwa suara rakyat adalah amanah Tuhan. Kalau amanah diberikan kepada saya, saya akan melanjutkan hal-hal baik yang telah dilakukan pemimpin sebelumnya, membenahi apa yang belum selesai, menghentikan apa-apa yang negatif," tutup Edhie.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas