PBB: Poros Tengah Adalah Masa Lalu
Partai Bulan Bintang (PBB) menilai, wacana membangun Poros Tengah jilid II, sudah tidak relevan.
Penulis:
Ferdinand Waskita
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Bulan Bintang (PBB) menilai, wacana membangun Poros Tengah jilid II, atau koalisi partai-partai politik berhaluan Islam, sudah tidak relevan.
Poros Tengah, pernah diinisiasi dan sukses mengantarkan Abdurrahman Wahid naik menjadi Presiden RI pada tahun 1999.
Namun, Ketua Komite Aksi Pemenangan Pemilu PPB Sukmo Harsono menilai, parpol Islam di jaman kiwari memiliki banyak kendala untuk membentuk koalisi politik.
"Poros Tengah Jilid II adalah masa lalu , tidak lagi diperlukan. Kami cari capres berdasarkan kebutuhan dan persoalan bangsa," kata Sukmo Harsono di Hotel, WHIZ, Jakarta, Minggu (23/2/2014).
Ia juga mempertanyakan, postulat bahwa koalisi parpol Islam dapat memenangkan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden jika mengusung Gubernur DKI Jakarta Joko "Jokowi" Widodo sebagai capres.
"Misal, okowi diusung lima partai Islam karena tidak diusung Megawati (PDIP). Berarti yang dipilih bukan latar belakangnya. Semua capres Islam, ketika dibungkus oleh parpol Islam, belum tentu menang," ungkapnya.
Ia mengakui, mencari figur calon presiden yang mengerti kebutuhan dan dapat menyelesaikan persoalan bangsa teramat sulit. Apalagi, sulit memilih figur yang tepat sebagai capres dari parpol Islam.
"Tidak pernah ketemu. Kalau duduk dengan partai nasionalis malah lebih gampang. Partai pragmatis semua, sudah melanda semua partai politik," tuturnya.