Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Posko PDIP Yogyakarta Dirusak dan Spanduk Mega-Jokowi Nyaris Dibakar

Sekelompok orang tak dikenal, merusak posko PDI-P di Jl Ki Mangun Sarkoro no 17, Pakualaman, Kota Yogyakarta.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Posko PDIP Yogyakarta Dirusak dan Spanduk Mega-Jokowi Nyaris Dibakar
KOMPAS.com/Wijaya Kusuma
Dua orang tak dikenal merusak posko PDI-P di Yogyakarta, Selasa (11/3/2014). Selain merusak posko, pelaku juga menyobek spanduk bergambar Megawati dan Jokowi di depan posko PDI-P dan nyaris membakarnya. 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Sekelompok orang tak dikenal, merusak posko Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Jl Ki Mangun Sarkoro no 17, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Selasa (11/3/2014).

Tim Advokasi DPD PDIP DIY Tengku Wahyudi menuturkan, sekelompok orang tak dikenal yang menggunakan mobil berhenti di depan posko PDIP itu sekitar pukul 02.00 Wib.

Setelah berhenti, dua orang lalu turun dari mobil dan mendatangi posko.

"Dua orang yang turun dari mobil. Satu orang berteriak-teriak lalu mendobrak pintu posko hingga rusak," kata Wahyudi saat ditemui di Mapolsek Pakualaman, Selasa sore.

Tak hanya itu, setelah mendobrak pintu, kemudian pelaku menyobek dan berusaha membakar spanduk bergambar Megawati dan Jokowi yang terpasang di depan Posko PDI-P.

"Beruntung segera dimatikan, jadi hanya terbakar sedikit," ucapnya.

Wahyudi mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui motif pelaku dalam melakukan aksi tersebut. Pihaknya pun melaporkan insiden ini pada polisi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Apakah ada masalah di awal kita belum tahu. Kita serahkan saja ke polisi, namun proses hukum harus tetap ditegakkan," tandasnya.

Kapolsek Pakualaman Komisairs Wandi mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan kejadian di Posko PDIP.

Sore ini, pihak Kepolisian Polsek Pakualaman memeriksa beberapa saksi yang mengetahui kejadian pengerusakan posko tersebut.

"Laporannya baru masuk, masih kita pelajari dulu dan selidiki," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas