Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

DPR 2014-2019 Harus Diisi Orang-orang Muda

Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan berharap agar anggota DPR periode 2014-2019 diisi oleh orang-orang muda

Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan berharap agar anggota DPR periode 2014-2019 diisi oleh orang-orang muda yang berprestasi. Jangan sampai katanya DPR diisi oleh orang-orang yang hanya bisa menyebar uang ke masyarakat tanpa ada kerja nyata serta tak pernah turun ke dapil.

"Saya masih muda, semangat kuat. Saya aktif turun di masyarakat di 454 titik desa, selama 2 tahun ini, dan tak ada DPR RI asal Sumut yang aktif dan turun ke rakyat segitu banyak dan intens," ujar Ramadhan di Jakarta, Rabu (12/3/2014).

Caleg dapil Sumatera Utara 1 dari Partai Demokrat ini juga mengatakan, DPR ke depan butuh caleg yang lebih teruji dalam bekerja. Masyarakat, jangan sampai memilih caleg yang hanya bisa mejeng dengan memasang baliho saja. Sementara mereka tidak pernah melihat kondisi riil di dapil.

Dari 650 anggota DPR lanjut Ramadhan tidak banyak anggota yang berprestasi. Bahkan cenderung jauh dari harapan, seperti ada yang tertangkap karena kasus korupsi, hingga menjadi anggota DPR hanya mencari nafkah tanpa bisa berbuat apa-apa untuk rakyat.

"Saya dua kali menembus rekor MURI dalam hal kerja parlemen dan komunikasi politik tahun 2010 dan 2011," kata Ramadhan.

Bagi dia, menjadi anggota DPR bukan sekedar memasang baliho di pinggir jalan. Dia melihat, banyak baliho calon anggota di dapil Sumut 1. Tapi tidak ada yang aktif turun melihat kondisi di dapil.

"Saya optimis ini saatnya perubahan paradigma politik Sumut. Saya kan sudah menyelami batin rakyat Sumut, mereka ingin wakil rakyat yang peduli, dekat, empati dan berani," kata Wakil Ketua Komisi I DPR ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Ramadhan seorang caleg hingga duduk di DPR, bukan dinilai dari seberapa besar dan mewah baliho dirinya. Tapi seperti apa kerja nyata untuk di dapil.

Ramadhan mengaku, selama periode 2009-2014 ini, dirinya telah banyak berbuat. Memberi sumbangan ke panti-panti asuhan yang sangat membutuhkan. Rakyat, kata putra Sumut asli ini, tidak butuh baliho, tapi butuh perhatian nyata dari wakilnya.

"Rakyat Sumut tak butuh casing, wajah yang berpura-pura dan palsu lewat billboard, baliho mewah karena itu enggak bisa bantu mereka selesaikan masalah krisis listrik, air minum, keterbelakangan infrastruktur dan sebagainya," kata Apalagi, lanjut lulusan S2 SIS American University, Washington DC Amerika Serikat ini.

Dirinya juga telah membantu dengan memberi ambulans kepada masyarakat yang membutuhkan. Itu lebih berguna daripada baliho mewah.

"Saya tidak tinggal di rumah jabatan DPR karena menjadikan rumah dinas negara itu menjadi Wisma Rakyat. Ada ribuan orang dari daerah-daerah yang sudah memanfaatkan menginap di situ, sejak 2009. Saya pribadi yang sejak awal-awal siapkan 5 mobil ambulans dan Mobil Sehat gratis buat rakyat, bukan parpol-parpol," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas