Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu 2014

Kampanye di Brebes, SBY Tegaskan Demokrat Bukan Partai Terkorup

SBY dengan lugas menjawab tuduhan korupsi di tubuh partai yang dipimpinnya

Kampanye di Brebes, SBY Tegaskan Demokrat Bukan Partai Terkorup
Ist
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Presiden sekaligus Ketua Umum dan Jurkamnas Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hadir di Stadion Karang Birahi, pada Kampanye Terbuka Partai Demokrat, hari Selasa (25/3/2014).

Tampil ke atas panggung pada pukul 14.20 WIB, dihadapan 30 ribuan kader dan simpatisan PD, untuk pertama kali semasa kampanye, SBY dengan lugas menjawab tuduhan korupsi di tubuh partai yang dipimpinnya.

“Demokrat bukan partai paling korup. Itu tuduhan salah. Demokrat justru berjuang memberantas korupsi, dimulai dari internal partai itu sendiri. Tidak ada pilih kasih," SBY menegaskan seperti dirilis dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Selasa (25/3/2014) sore.

SBY katakan pemerintah selama 10 tahun terakhir berhasil memberantas korupsi. Selain itu kata dia, selama pemerintahan SBY, pemerintah tidak pernah membuat kebijakan yang merugikan rakyat.

“Kita tidak pernah menjual aset negara. Kita tidak pernah bikin perjanjian migas yang merugikan negara. Kita tidak pernah menjual kapal tanker yang merugikan negara," tegas SBY.

"Bahkan kita melunasi hutang IMF sebesar 60 triliun lebih. Kita menghentikan embargo militer yang merugikan Indonesia. Kita mengakhiri konflik dengan Aceh. Kita menyelesaikan pertikaian dengan Timor Leste. Semuanya jelas, menguntungkan negara," tambah SBY.

Program Pemerintah SBY

Lebih jauh SBY suarakan, dalam skala provinsi, pemerintah telah sukses membangun Jawa Tengah dan Brebes. Tahun depan, Brebes akan memiliki waduk untuk pengembangan lahan bawang seluas 2.000 hektar. Ini bersamaan dengan pengembangan waduk seluas 1.000 hektar di Kuningan, Jawa Barat.

Waduk ini akan mendukung pengairan Brebes hingga mampu menjadi pusat pengembangan bawang nasional. Selain itu, program-program pro-rakyat seperti PNPM, Kredit Usaha Kecil juga menunjukkan bagaimana Demokrat telah memberikan bukti, bukan hanya janji.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Brebes pada tahun 2008 sebesar 4,79 persen. Kemudian pada tahun 2009 dan 2010 masing-masing sebesar 4,99 persen dan 4,95 persen.

Selanjutnya pada tahun 2011 dan 2012 menunjukkan tren pertumbuhan yaitu masing-masing 4,97 persen dan 5,21 persen. Tiap kenaikan 1% pertumbuhan ekonomi bisa menyerap sekitar 500 ribu tenaga kerja baru. Tidak heran jika tren tingkat pengangguran di Brebes juga turun.

Dari data BPS, pada 2010, tingkat pengangguran di Brebes turun jadi 8,21 persen dari  9,42 persen pada tahun sebelumnya. Begitu pula dengan angka kemiskinan yang turun jadi 23.01% di 2010 dari 25,98% di 2008.

SBY juga gencar mendorong semangat wirausaha dengan memanfaatkan potensi lokal wilayah Brebes dan sekitarnya. Kebijakan pro-rakyat seperti BPJS, PNPM, Program Keluarga Harapan dan program lain berhasil membawa perubahan nyata bagi warga Brebes dan sekitarnya.

"Siapa yang ingin agar program-program pro-rakyat terus berjalan?" Tanya SBY lantang. “Pilih Demokrat untuk melanjutkan program pro-rakyat dalam 5 tahun ke depan," imbuhnya.

Selain melakukan orasi, SBY juga bernyanyi serta melakukan simulasi pencoblosan surat suara nomor 7, nomor PD dalam pemilihan umum 9 April 2014. Menutup kampanye yang terus diguyur hujan, SBY menendang 7 bola, sebagai perlambang keinginan untuk mendapat pemimpin yang bersih, Indonesia yang makmur dan pendidikan semakin maju.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas