Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Untuk Sejahterakan Rakyat, Gita Wirjawan Beberkan Lima Hal Ini

Peserta Konvensi Demokrat, Gita Wirjawan, mengatakan kepemimpinan Indonesia bakal sangat berat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Untuk Sejahterakan Rakyat, Gita Wirjawan Beberkan Lima Hal Ini
TRIBUN/DANY PERMANA
Peserta Konvensi Partai Demokrat Gita Wirjawan (kiri) meminum kopinya sambil menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Senayan, Jakarta, Jumat (31/1/2014). Gita mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Perdagangan pada hari ini dan akan fokus pada aktivitasnya sebagai peserta Konvensi Demokrat. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peserta Konvensi Demokrat, Gita Wirjawan, mengatakan kepemimpinan Indonesia bakal sangat berat. Ia mengatakan, para pemimpin harus memiliki lima hal untuk mensejahterakan rakyat.

"Ada lima hal penting yang harus dilakukan kedepan untuk mensejahterakan rakyat," kata Gita diskusi uji publik Capres 2014 yang bertajuk 'Mencari Pemimpin Muda Berkualitas' di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Tanahabang, Jakarta Pusat, Rabu (26/3/2014).

Gita menuturkan, poin pertama yang harus dilakukan pemimpin adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi termasuk pemerataannya. Menurut Gita, terwujudnya peningkatan pertumbuhan ekonomi merupakan hal yang utama dalam melakukan pembangunan nasional.

Sementara untuk poin kedua, kata Gita, adalah dengan mempertajam pendidikan bagi anak-anak bangsa. Menurutnya, dunia pendidikan di Indonesia belum membuahkan siswa yang dapat bersaing di dunia. "Poin ketiga yang harus dilakukan pemimpin adalah tanpa pamrih. Dalam artian melakukan reformasi hukum untuk keadilan," tuturnya.

Poin keempat yang Gita tekankan untuk para pemimpin ke depan adalah harus mampu merawat kemajemukan atau keanekaragaman yang ada di Indonesia. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi boleh berjalan, namun jangan sampai ada pihak yang tertinggal.

"Poin terakhir adalah pemimpin harus mampu membuat eksistensi Indonesia di dunia lebih kuat. Kita harus mampu terlibat dalam peta geopolitik dunia," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas