Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wacana Koalisi PKB, Cak Imin Tampak Akrab dengan Elite PDIP

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, terlihat akrab dengan jajaran elite PDIP

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Wacana Koalisi PKB, Cak Imin Tampak Akrab dengan Elite PDIP
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Muhaimin Iskandar dan sejumlah elite PDIP 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, terlihat akrab dengan jajaran elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pemandangan itu nampak saat mereka bertemu di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (28/3/2014).

Muhaimin yang akrab dipanggil Cak Imin itu akan bertugas ke Lombok dalam tugas dinas sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Saat menuju pesawat melalui Ruang VIP Sasana Manggala, Cak Imin tanpa sengaja bertemu dengan Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo; Wasekjen Ahmad Basarah; Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga; Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto; Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto dan Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan.

Jajaran elite PDIP itu akan mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang akan berkampanye di Palembang, Sumatera Selatan. Sebagian lainnya mengikuti Ketua Bapilu PDIP Puan Maharani ke Nusa Tenggara Timur. Sekitar 10 menit mereka tampak bercakap-cakap.

Pemandangan itu menimbulkan wacana kedekatan antara PDIP dan PKB. Cak Imin yang dikonfirmasi tidak menampik kabar tersebut. "Kita sangat terbuka dengan koalisi partai manapun. PDIP teman dekat, semua cair," kata Cak Imin.

Menurut Cak Imin dengan adanya komunikasi yang baik antar partai politik maka pemilu dapat berlangsung kondusif. "Jadi transparan dan tidak ruwet-ruwet," imbuhnya.

Cak Imin menjelaskan kedekatan dengan PDIP sudah berlangsung sejak lama. Ia menyebut telah terbentuk kontak batin dengan partai berlambang banteng itu. "Tapi setelah pileg baru diputuskan," ujarnya.

Hal itu juga menjadi pertimbangan dalam memutuskan calon presiden yang akan diusung pada Pemilu 2014. "Yang menjadi pertimbangan, elektabilitas survei, perolehan kursi PK dan restu kyai serta musyawarah NU," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas