Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Gerindra Prihatin Angka Golput Terus Meningkat

LSI memprediksi tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu legislatif 2014 sebesar 65, 98 persen dengan angka golput sebesar 34,02 persen.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Gerindra Prihatin Angka Golput Terus Meningkat
TRIBUNNEWS.COM/HASANUDDIN ACO
Ketua Umum DPP Partai Gerindra Profesor Suhardi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memprediksi tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu legislatif 2014 sebesar 65, 98 persen dengan angka golput sebesar 34,02 persen.

Angka golput pada pemilu kali ini meningkat jika dibanding pemilu sebelumnya yaitu pemilu 1999 sebesar 10,21 persen, pemilu 2004 sebesar 23,34 persen, dan pemilu 2009 sebesar 29,01 persen.

Mengenai hal tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, mengatakan bahwa pihaknya prihatin dengan angka golput yang tinggi pada pelaksanaan pemilu legislatif 2014.

"Walaupun belum ada hasil resmi dari KPU, namun beberapa lembaga survei memperkirakan bahwa angka golput pada pemilu kali ini meningkat jika dibandingkan pemilu sebelumnya. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan," kata Suhardi, Jumat (11/4/2014).

Menurutnya ada banyak faktor yang menyebabkan tingginya angka golput. Misalnya, masyarakat yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena wilayah tempat tinggal yang berbeda dengan Data Pemilih Tetap (DPT). Suhardi menjelaskan sebenarnya masyarakat yang mengalami hal tersebut bisa memilih di tempat ia tinggal dengan menunjukkan KTP di TPS terdekat. Namun banyak masyarakat yang tidak mengetahui informasi tersebut.

"Hal ini menunjukkan sosialisasi yang kurang baik dari KPU. Hal ini harusnya menjadi perhatian serius untuk pelaksanaan pemilihan Presiden yang akan datang," ucapnya.

Suhardi mengatakan tingginya angka golput mendorong Gerindra untuk lebih bekerja keras dalam pemilihan Presiden. "Kami berharap tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan Presiden lebih baik dari sebelumnya. Tak dapat dipungkiri juga bahwa tingginya angka golput disebabkan karena masih banyak masyarakat yang apatis terhadap politik," ujarnya.

Berita Rekomendasi

"Hal ini menjadi pelecut semangat kami untuk bekerja lebih keras meyakinkan masyarakat memilih Prabowo Subiantor sebagai calon Presiden yang akan kami usung dalam pemilihan Presiden mendatang," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas