Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jika Suara Tak Sesuai Target, PKB Siap Sodorkan Cawapres

Muhaimin akan bersikap realistis bila hasil rekapitulasi penghitungan suara dari KPU, menunjukkan suara PKB tidak signifikan

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Sanusi
zoom-in Jika Suara Tak Sesuai Target, PKB Siap Sodorkan Cawapres
Tribunnews/Herudin
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menggelar jumpa pers di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Jumpa pers ini terkait prestasi PKB yang menempati lima besar dalam penghitungan cepat Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 dan rencana koalisi dengan partai lain pada Pemilu Presiden (Pilpres) mendatang. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, akan bersikap realistis bila hasil rekapitulasi penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), menunjukkan PKB mendapatkan jumlah suara yang tidak berubah signifikan dengan hasil hitung cepat.

Awalnya, PKB memang menargetkan bisa mendapatkan minimal 10 persen dari total pemilih hasil rekapitulasi nasional atau real count dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 26 April 2014.

Karena itu, PKB pun tidak akan memaksakan untuk menyodorkan Rhoma Irama dan Mahfud MD menjadi capres. Sebab, PKB memerlukan koalisi agar bisa menyodorkan cawapres. "PKB akan realistis, pasti partai dengan jumlah dukungannya lebih besar akan didahulukan," katanya.

Muhaimin mengatakan, dirinya dan pengurus PKB akan menunggu hasil real count penghitungan suara dari KPU. Namun, sebelum KPU mengumumkan hasil tersebut, pihaknya melakukan penjajakan dan lobi-lobi politik terhadap sejumlah partai politik (parpol) lain, termasuk dengan capresnya.

Sejauh ini, lanjut Muhaimin, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan dua capres dari dua parpol. "PKB menjajaki dengan semua parpol yang memiliki calon. Dalam satu dua hari ini, PKB telah melakukan komunikasi intensif dengan dua capres," ujar Muhaimin.

Muhaimin menolak menyebutkan nama dua capres yang telah diajak koalisi tersebut. Sebab, menurutnya, dinamika politik dalam seminggu ke depan bisa berubah. "Dengan dua capres khusus," ucapnya.

Ia tak menampik bahwa partainya akan menyodorkan cawapres ke capres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo atau Jokowi dan capres dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. "Semua serba mungkin, tapi akan lihat kristalisasinya seminggu ini," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat ditanyakan apakah PKB sudah menjajaki koalisi dengan Jokowi dan Prabowo, Muhaimin menjawab dengan senyuman. "Pokoknya sama dua capres khusus," kata Muhaimin diikuti senyumnya.

Menurut Muhaimin, partainya akan menawarkan program kerja dan tokoh kepada parpol lain yang akan diajak koalisi. Dan parpol yang diajak koalisi tersebut juga harus mempunyai ide, gagasan dan program kerja untuk satu tahun pertama yang bisa "dijual" pada saat kampanye Pilpres.

"Yang akan kami gali, kami kaji dari mereka, yaitu kami ingin semua janji kampanye bisa kita buka bersama," ujarnya.

Ia menegaskan, koalisi parpol ke depan harus dibangun atas dasar kesungguhan, saling percaya dan totalitas untuk mendukung pemerintahan yang terbentuk kelak. "Koalisi tidak boleh lagi setengah hati, harus penuh. Sehingga koalisi ke depan adalah koalisi yang kuat dan efektif sehingga daya pemerintahan bisa optimal," kata dia.

Muhaimin juga menolak membeberkan tokoh yang akan diusung menjadi capres ataupun cawapres ke parpol lain. Yang jelas, ia menilai partainya harus cepat berkoalisi.

"Karena mumpung lagi hangat, mumpung lagi pada semangat, ingin semua jujur, momen ini tidak boleh hilang. Momentum itu lebih penting," tandasnya.

Secara pribadi, Muhaimin sendiri mengaku dirinya tidak akan menjadi capres maupun cawapres dari PKB. "Kalau soal ingin, tentu saya tidak ingin. Tapi kalau untuk 'pemasaran', siapa yang paling laku dan menjual, di sini (PKB) banyak yang laku," kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas