Tribun

Calon Presiden 201

Elite dan Sesepuh Golkar Terkejut Keputusan Ical Usung Prabowo-Hatta

Keputusan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical yang mengusung Prabowo Subianto-Hatta membuat keluarga besar Golkar terkejut.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Elite dan Sesepuh Golkar Terkejut Keputusan Ical Usung Prabowo-Hatta
TRIBUN/DANY PERMANA
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal (tengah) berjalan menuju tempat duduk usai memberikan sambutan dalam acara Rapat Pimpinan Nasional di Jakarta Convention Center, Minggu (18/5/2014). Rapimnas Partai Golkar tersebut nantinya akan menentukan arah koalisi partai dan langkah Golkar jelang Pemilu Presiden Juli mendatang. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Keputusan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical yang memilih bergabung bersama Partai Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Pilpres 2014 ternyata membuat keluarga besar partai Golkar terkejut.

Hal tersebut diutarakan ketua umum Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Priyo Budi Santoso, pada acara pertemuan eksponen Trikarya yang dihadiri puluhan elite dan pendiri Partai Golkar di Hotel JW Marriot, Jakarta, Rabu, (21/5/2014), malam.

Priyo mengatakan keterkejutan tersebut muncul karena keputusan Aburizal Bakrie pada detik-detik terakhir berpaling ke Prabowo-Hatta dan ini tidak sesuai dengan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar. Lanjut Priyo dalam hasil Rapimnas tersebut harapan dan cita cita keluarga besar Partai Golkar tertuang.

"Kami memandang Rapimnas kemarin secara tegas memutuskan untuk memberikan mandat kepada Aburizal Bakrie (ARB) sebagai Capres dan Cawapres dari Partai Golkar. Tapi kita terkejut ternyata tidak berakhir, tidak berujung, dan tidak menghasilkan sesuai mimpi dan harapan keluarga besar Golkar," ujar Priyo.

Priyo mengatakan sebenarnya ARB telah diberi mandat untuk melakukan penjajakan bahkan koalisi dengan poros manapun dalam rangka mengusung beliau sebagai Capres atau Cawapres.

"Harapan keluarga besar Golkar adalah beliau menjadi Capres atau Cawapres berkoalisi dengan poros yang bersedia," ujar Priyo.

Priyo mengatakan dengan hasil yang diluar dugaan mestinya ARB menjelaskan kepada seluruh eksponen atau kader partai Golkar mengenai keputusannya tersebut.

"Harusnya dijelaskan kepada stakeholder dan keluarga besar partai kenapa dan apa penyebabnya, sehingga terjadi hal semacam ini. Ini pertama kalinya dalam sejarah perpolitikan nasional partai Golkar tidak mengusung siapapun secara formal yang menjadi keputusan partai sebagai calon presiden atau cawapres," ujar Priyo.

Priyo mengatakan kondisi yang terjadi sekarang ini membuat seluruh keluarga besar Golkar gelisah sehingga dan harus segara dijernihkan.

"Hal semacam ini benar benar menggelisahkan kita, kecuali nanti ada penjelasan yang bersifat konkrit terhadap masalah masalah yang berkaitan dengan tidak berakhirnya bapak ARB sebagai capres dan cawapres," ujar Priyo.

Sebelumnya sejumlah eksponen dan pendiri Partai Golkar mengadakan pertemuan di Hotel JW Marriot, Jakarta untuk membicarakan masa jabatan Aburizal Bakrie, jadwal musyawarah nasional, ancaman pemecatan sejumlah kader Partai Golkar karena telah mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Pantauan Tribunnews.com, hadir dalam pertemuan itu antara lain ellite Partai Golkar yang juga Mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Senior Golkar yang juga Mantan Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta, Wakil Ketua Umum Golkar yang juga Menko Kesra Agung Laksono, politisi senior Golkar Zainal Bintang, Wakil Ketua DPR dari Golkar Priyo Budi Santoso, Ketua DPP Golkar Yorrys Raweyae, sesepuh Golkar Ginandjar Kartasasmita, dan sebagainya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas