Akbar Minta Kader Golkar Pendukung Jokowi-JK Tiru Luhut
Akbar mengatakan pilihan pribadi Luhut patut dihormati. Namun Luhut juga memiliki keterikatan dengan Partai Golkar yang mengusung Prabowo-Hatta.
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung mengapresiasi sikap yang diambil Luhut Panjaitan. Luhut mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar setelah menyatakan dukungannya kepada pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Golkar dalam pemilihan presiden 2014 telah memutuskan untuk mendukung pasangan Prabowo-Hatta.
"(Luhut) sudah membuat surat mengundurkan diri dari jabatan sebagai wakil ketua dewan pertimbangan (Golkar) tapi tidak mengundurkan diri sebagai kader partai Golkar. Memang itu tindakan yang arif, bijaksana," kata Akbar di kediamannya, Jakarta, Minggu (25/5/2014).
Akbar mengatakan pilihan pribadi Luhut patut dihormati. Namun Luhut juga memiliki keterikatan dengan Partai Golkar yang mengusung Prabowo-Hatta.
"Supaya tidak ada kaitannya dengan dia memang lebih baik, dia tidak ada dalam struktur terkait dengan partai Golkar. Saya pikir ini bisa jadi contoh misalnya ada anggota dewan pertimbangan, atau pengurus DPP yang punya sikap sama saya kira ini solusi yang baik," ungkapnya.
Dengan mundur dari jabatannya, Akbar mengatakan sikap yang diambil Luhut tidak berkaitan dengan Golkar. Mantan Ketua DPR itu mengatakan kader yang mendukung pasangan Jokowi-JK tidak akan dipecat dari keanggotaan Golkar. Namun mereka harus mau menanggalkan jabatannya di Golkar.
"Karena apa, karena Golkar sudah resmi mendunkung pasangan Prabowo-Hatta, ini berlaku bagi semua pengurus Golkar yang ambil sikap sama," tuturnya.