Perang Pensiunan Jenderal Kubu Jokowi Versus Prabowo
Sebelum pesta rakyat lima tahunan itu digelar 9 Juli nanti, kandidat presiden beserta tim suksesnya telah memulai perang
Penulis:
Domu D. Ambarita
Editor:
Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemilihan Presiden masih tersisa 42 hari lagi. Namun sebelum pesta rakyat lima tahunan itu digelar 9 Juli nanti, kandidat presiden beserta tim suksesnya telah memulai perang.
Ya, perang urat syarat, perang kata-kata hingga perang ada banyak dukungan dari kalangan purnawirawan alias pesiunan tentara dan polisi.
Bukan main-main memang. Mantan Ketua MPR selaku Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional Amien Rais bahkan mengatakan, pemilihan presiden ini seperti prang.
PAN akan menggunakan mental Perang Badar dalam menghadapi pemilu presiden ini. Amien duduk sebagai salah satu penasihat tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.
Sebagai kaum Muslimin, Amien pun menganjurkan penggunaan mentalitas Perang Badar alih-alih Perang Uhud.
" Dahulukan perjuangan ketimbang bagi-bagi harta rampasan perang. Jadi, kalau mulai maju (niatnya seperti di) Perang Uhud, insya Allah kalah. Kalau (niatnya seperti di) Perang Badar, ini siapa, menterinya siapa, itu nanti, insya Allah kita kali ini dimenangkan," Amien di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, Selasa, (27/5/2014).
Perang atau pertempuran badar adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya, pada 17 Maret 624 Masehi. Pasukan kecil kaum Muslim, berjumlah 313 orang, bertempur menghadapi pasukan besar Quraisy dari Mekkah, berjumlah 1.000 orang.
Setelah berperang habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim mengalahkan barisan Quraisy.
Pernyataan Amien Rais menuai protes kubu pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla.
Juru Bicara Capres-Cawapres Jokowi-JK, Abdul Kadir Karding, mengatakan Pilpres ini bukanlah perang, tapi momentum untuk cita cita besar membangun bangsa dan Negara guna membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Menurut Karding, tidak seharusnya Amien Rais yang sudah cukup terkenal menjadi tokoh nasional berfikir sectarian dan berbau SARA.
"Karena harusnya semua pihak dan tokoh bangsa ini bisa menjadi katalisator bagi terciptanya suasana kondusif dalam pilpres 2014 mendatang. Apalagi dalam pemilu kali ini memang hanya ada 2 pasangan yang berkompetisi secara ketat," kata Karding.
Sebelum ini, dua kubu pasangan capres-cawapres memang getol menggaet pensiunan TNI/polri untuk memperkuat barisannya. Kubu Prabowo, didukung ratusan purnawirawan TNI dan Polri yang berkumpul di gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta, Kamis, 27 Maret 2014.
Saat pertemuan dengan Prabowo, mantan Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI (Purnawirawan) Johannes Suryo Prabowo mengatakan ada 200 purnawirawan TNI/Polri yang mendukung Prabowo-Hatta.
Di kubu ini antara lain ada mantan Panglima TNI Laksamana (Purnawirawan) Widodo AS, mantan Kepala Staf Angkatan Darat TNI Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, mantan Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal (Pur) Johannes Suryo Prabowo, mantan Kasospol/mantan Menteri Penerangan Yunus Yosfiah, dan lain-lain.
Berdasarkan data yang dihimpun Tribun, ada setidaknya 34 purnawirawan jenderal dari TNI/Polri pendukung Prabowo - Hatta.
Sedangkan di seberang, di kubu Jokowi - Jusuf Kalla, tidak kalah. Mantan Panglima ABRI/Menteri Pertahanan yang kini Ketua Umum Hanura Hanura Wiranto, mengatakan ada sebanyak 170 purnawirawan Jenderal TNI dan Polri yang mendukung calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Mereka bertemu di Posko Pondok Bangsa Melawai, Jakarta Selatan, Selasa (27/05). Sejauh ini setidaknya 39 purnawirawan jenderal mendukung pasangan ini.
Selain Wiranto ada mantan Kepala BIN/mantan Menteri Transmigrasi AM Hendropriyono, mantan Dankodilat TNI AD/mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Luhut Pandjaitan.
Kemudian, mantan Wakil Panglima TNI/KSAD Fachrul Rozi, mantan KSAD Tyasno Sudarto, mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD), mantan KSAL Bernard Ken Sondakh, mantan Kapolri Da'I Bactiar.
Ini dia daftar 34 Jenderal Purnawirawan pendukung Prabowo - Hatta:
1. Laksamana Purn Widodo AS, mantan Panglima TNI
2. Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, mantan Kepala Staf Angkatan Darat TNI
3. Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, mantan KSAD
4. Letnan Jenderal (Pur) Johannes Suryo Prabowo, mantan Kepala Staf Umum TNI
5. Letjen (Purn) Yunus Yosfiah, mantan Kasospol ABRI/Menpen
6. Letjen Purn Cornel Simbolon, mantan Wakil KSAD
7. Letjen Marinir (Purn) Suharto, mantan Komandan Marinir
8. Laksdya (Purn) Moekhlas Sidik, mantan Wakil KSAL
9. Letjen (Purn) Syarwan Hamid, mantan Mendagri
10. Laksdya TNI (Purn) Joko Sumariyono, Mantan Sesmenko Polhukam
11. Letjen TNI (Purn) Romulo Robert Simbolon, mantan Sesmenko Polhukam
12. Laksdya TNI (Purn) Freddy Numberi, mantan Menteri Perhubungan
13. Letjen (Purn) Burhanuddin Amin, mantan Pangkostrad
14. Komjen (Purn) Adang Darajatun, mantan Wakapolri
15. Mayjen TNI (Purn) Nachrowi Ramli, mantan Kepala Lembaga Sandi Negara RI/mantan Cawagub DKI
16. Mayjen (Purn) Bimo Prakoso, mantan staf Lemhanas
17. Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman, mantan Asops TNI
18. Mayjen (Purn) Syamsir Siregar, mantan Kepala BIN
19. Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, mantan Dubes RI untuk Tiongkok
20. Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, mantan Kaskostrad
21. Mayjen (Purn) Amir Sembiring, mantan Dankodiklat AD
22. Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan, mantan dosen Lehannas
23. Mayjen TNI (Purn) Johnnny Wahab, mantan Koorsahli KSAD
24. Mayjen TNI (Purn) Mahidin Simbolon, mantan Pangdam XVII Trikora
25. Mayjen TNI (Purn) Soenarko, mantan Danjen Kopassus
26. Mayjen Chairawan, bekas Komandan Grup 4 Sandi Yudha Kopassus
27. Marsda (Purn) Eko Edi Santoso, mantan Komandan Kodikau
28. Irjen Pol (Purn) Prof Dr Farouk Muhammad S, mantan Kapolda NTB
29. Irjen Pol (Purn) Tommy Trider Jacobus, mantan Kapolda Papua
30. Irjen Pol (Purn) Indradi Thanos, mantan Koordinator Kelompok Ahli BNN
31. Brigjen Pol (Purn) Taufik Effendi, mantan Menteri PAN/mantan politisi Demokrat
32. Brigjen (Purn) Pol Timbul Sianturi, mantan Kadispenum Mabes Polri
33. Marsma Mutanto Juwono, mantan penerbang TNI AU
34. Marsma (Purn) Istowo, mantan Asper Kepala Staf TNI AU
Ini Dia 39 Purnawirawan Jenderal Pendukung Jokowi - Kalla:
1. Jenderal TNI (Purnawirawan) Hanura Wiranto, mantan Panglima ABRI/Menhan
2. Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, mantan Kepala BIN/mantan Menteri Transmigrasi
3. Jenderal TNI (Purn) Luhut Pandjaitan, mantan Dankodilat TNI AD/mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar
4. Jenderal TNI (Purn) Fachrul Rozi, mantan Wakil Panglima TNI/KSAD
5. Jenderal TNI (Purn) Tyasno Sudarto, mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD)
6. Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS, mantan KSAD
7. Laksamana TNI (Purn) Bernard Ken Sondakh, mantan Kepala Staf TNI AL (KSAL)
8. Laksamana (Purn) Tedjo Edi, mantan KSAL
9. Laksamana TNI (Purn) Soeparno, mantan KSAL
10. Marsekal TNI (Purn) Sutria Tubagus, mantan KSAU
11. Jenderal Pol (Purn) Da'i Bachtiar (mantan Kapolri)
12. Jenderal Pol (Purn) Surojo Bimantoro, mantan Kapolri
13. Letjen TNI (Purn) Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta
14. Letnan Jenderal TNI (Purn) Sumarsono, mantan Wakil KSAD/mantan Sekjen Partai Golkar
15. Letjen TNI (Purn) Farid Zainudin, mantan Kepala BAIS
16. Letjen TNI (Purn) Syarifudin Tippe, mantan Rektor Universitas Pertahanan
17. Letjen TNI (Purn) Farid Zainudin, mantan Kepala BAIS
18. Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, mantan Kepala Staf Umum TNI
19. Komisaris Jenderal Polisi Purnawirawan Makbul Padmanegara, mantan Wakapolri
20. Laksamana Muda Purnawirawan TNI Dauhan Syamsuri, mantan Wakil Asisten Operasional Kepala Staf Angkatan Laut
21. Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Purn) Tritamtomo (mantan pangdam Bukit Barisan)
22. Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mantan Sesmil Presiden
23. Mayjen TNI (Purn) M Yusuf Solikin, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI)
24. Mayjen TNI (Purn) Bambang Ismoyo, mantan Dirdik Sesko TNI
25. Mayjen TNI (Purn) M. Luthfi Wetto
26. Marsekal Muda (Marsda) TNI (Purn) Basri Sidehabi, mantan Gubernur Akademi TNI AU
27. Marsekal Madya (Purn) Ian Santoso, mantan Kepala BAIS
28. Marsda TNI (Purn) Pieter LD Wattimena, mantan Dirjen Ranahan Departemen Pertahanan
29. Laksama Muda (Laksda) TNI (Purn) Sosialisman, mantan Panglima Komando Armada Timur TNI AL
30. Laksda TNI (Purn) Abdul Malik Yusuf, mantan Widyaiswara Utama Bid Ekonomi Lemhannas
31. Laksda TNI (Purn) Franky Kaihatu, mantan Kadispen TNI AL
32. Laksda TNI (Purn) Dadi Sunarto
33. Inspektur Jenderal (Irjen) Pol (Purn) Andi Masmiat, mantan Kapolda Kaltim
34. Irjen Pol Eddy Kusuma Wijaya, mantan Widya Iswara Utama Sespim Polri Lemdikpol
35. Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI (Purn) Mulyono, mantan Kabinda Maluku
36. Brigjen TNI (Purn) Djamhur Suhana, (mantan Dirjen Startegis Sesko TNI)
37. Laksamana Pertama (Laksma) TNI (Purn) Songkal VH Simanjuntak, mantan Kadislitbangal
38. Marsekal Pertama TNI (Purn) Yopie Kiriweno, mantan staf ahli KSAU
39. Brigjen TNI (Purn) Abdul Salam Mustam, Sekjen Dewan Harian Nasional '45
Baca tanpa iklan