Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo Menjadi Capres Menandakan Wabah Pikun Nasional

Terpilihnya Prabowo Subianto sebagai salah satu kandidat presiden merupakan tanda dari wabah pikun masal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Prabowo Menjadi Capres Menandakan Wabah Pikun Nasional
Taufik Ismail/Tribunnews.com
Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mendeklarasikan penolakan terhadap Bakal calon presiden Prabowo Subianto di Salemba, Jakarta, Jumat, (30/5/2014). Taufik Ismail/ Tribunnews. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terpilihnya Prabowo Subianto sebagai salah satu kandidat presiden merupakan tanda dari wabah pikun masal.

Pasalnya masuknya Prabowo sebagai salah satu kandidat menandakan dosa-dosa Prabowo pada masa lalu telah terlupakan.

"Peringatan 16 tahun runtuhnya orde Soeharto pada 21 mei 2014 dinodai oleh fenomena pikun nasional yang menjangkit mayoritas publik Indonesia," ujar Robie Kholillurahman dalam deklarasi aksi tolak Prabowo di UI Salemba, Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Dalam deklarasi yang diikuti berbagai aliansi di Universitas Indonesia tersebut, Robie mengatakan kenikmatan kebebasan pasa orde baru telah memakan korban jiwa yang cukup banyak. Lanjut Robie kebebasan tersebut diraih setelah berjuang melawan rezim masa lalu. Orang yang menjadi bagian dari masa lalu tersebut adalah Prabowo.

"Prabowo merupakan bagian dari rezim militeristik Soeharto yang mana semua kehidupan berbangsa diatur dengan otoriter, dengan posisi Prabowo sekarang, seakan semua terlupkan," ujar Robie.

Oleh karena itu Robie mengatakan pihaknya menolak Prabowo sebagai Capres karena disinyalir memiliki oisa di masa lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa UI dari berbagai aliansi seperti Semar UI, UI LDSC, Garda Depan Sastra UI, HMI Fisip UI, KB UI, dan Iluni UI Jakarta, mendeklarasikan penolakan terhadap Prabowo Subianto sebagai Capres. Deklarasi dilakukan di taman kampus UI Salemba Jakarta.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas