Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mantan KSAD: Jangan Cederai Reformasi TNI Selama 15 Tahun

Adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan sikap TNI yang mesti netral dalam Pemilu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Mantan KSAD: Jangan Cederai Reformasi TNI Selama 15 Tahun
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Mantan KSAD Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo berbincang dengan sejumlah pewarta foto yang tergabung dalam organisasi Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ), di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/6/2014). Pertemuan ini dalam rangka silaturahmi rutin yang diadakan PFIJ dengan sejumlah tokoh di Indonesia untuk bertukar pikiran yang dikemas dengan diskusi santai. Warta Kota/angga bhagya nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo angkat suara terkait isu adanya pelibatan oknum TNI aktif menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, baik itu Bintara Pembina Desa (Babinsa) maupun Perwira Tinggi TNI aktif.

Adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan sikap TNI yang mesti netral dalam Pemilu. Karena itu, peserta konvensi calon presiden Demokrat ini meminta tiap anggota TNI aktif tetap menjunjung tinggi sikap yang sudah diperjuangkan dan dijalankan selama 15 tahun ini.

"Sebaiknya apa yang dijalani TNI selama 15 tahun setelah reformasi ini terus bahwa TNI milik negara bukan satu golongan saja. Oleh sebab itu, netralitas TNI harus dijaga," tegas anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini saat ditemui di sekitar Bunderan Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Jumat (5/6/2014).

Mendengar adanya kabar TNI aktif dikerahkan mendukung salah satu capres, Pramono Edhie sangat kecewa. Sebab, sikap tersebut sangat mencederai semangat yang selama ini dijunjung tinggi TNI.

"Ya berpihak atau pengerahan TNI aktif tidak boleh. Pertama menciderai apa yang sudah dilakukan pada saat reformasi. Kita katanya reformasi TNI tidak boleh melakukan politik praktis. Kalau dilakukan ya silakan TNI mengambil keputusan," tandas Purnawirawan bintang empat ini.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas