Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

SETARA Anggap Pernyataan Imbauan SBY Terkait TNI Picu Kepanikan

Alhasil, Babinsa tidak dilarang memilih, tapi juga dilarang tidak netral pada pasangan capres-cawapres tertentu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in SETARA Anggap Pernyataan Imbauan SBY Terkait TNI Picu Kepanikan
TRIBUNNEWS.COM/SRIHANDRIATMO MALAU
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan keterangan pers usai bertemu Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/5/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua SETARA Institute Hendardi menegaskan Babinsa merupakan bagian dari anggota TNI aktif. Alhasil, Babinsa tidak dilarang memilih, tapi juga dilarang tidak netral pada pasangan capres-cawapres tertentu.

"Jika SBY tidak mengambil tindakan nyata, sebatas menghimbau yang memantik kepanikan, patut diduga pernyataan SBY hanya alibi untuk menghindari tuduhan bahwa dirinya membiarkan TNI tidak netral," kata Hendardi dalam pernyataannya, Jumat (6/6/2014).

Hendardi menegaskan cara-cara ala Orde Baru tidak boleh terulang pada masa pemilihan presiden 2014. Ia pun meminta Bawaslu untuk mengambil tindakan atas tindakan Babinsa yang diduga mengarahkan warga untuk memilih pasangan calon presiden tertentu.

"Bawaslu harus mengambil sikap dan tindakan," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas