Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kasus Babinsa, Anies Baswedan: Jangan Cederai Reformasi TNI

Adanya indikasi pengerahan anggota bintara pembina desa (Babinsa) untuk memilih pasangan Prabowo-Hatta, disikapi serius oleh Tim Pemenangan Jokowi-JK.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Kasus Babinsa, Anies Baswedan: Jangan Cederai Reformasi TNI
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Anies Baswedan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Adanya indikasi pengerahan anggota bintara pembina desa (Babinsa) untuk memilih pasangan Prabowo-Hatta, disikapi serius oleh Tim Pemenangan Jokowi-JK. Tim pemenangan pasangan nomor urut dua tersebut langsung merespon isu tersebut.

"Sejak reformasi TNI dan Polri telah bekerja keras menata dan membenahi diri dari keterlibatan politik praktis. Apresiasi yang tinggi terhadap hal tersebut," ujar Anies Baswedan, Sabtu (7/6/2014).

"Beberapa waktu ini kita mendengar laporan, kejadian ada oknum-oknum yang terlibat dalam penggiringan dan pengarahan terhadap pilihan politik masyarakat. Menurut pendapat kami itu mencederai langkah-langkah transformasi reformasi yang dilakukan TNI," kata mantan Ketua Komite Etik KPK itu menambahkan.

Senada dengan Anies, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Jokowi-JK, Tjahjo Kumolo juga mengecam keras tindakan babinsa dalam mengerahkan opini masyarakat tersebut.

"Presiden telah mengingatkan TNI dan Polri untuk netral. TNI harus menghindari kepentingan politik praktis," papar Tjahjo.

Menurutnya jika memang benar babinsa melakukan pengarahan bagi masyarakat dalam pilihan politik tertentu maka harus dievaluasi. "Jangan ciderai pilpres ini," tegasnya.

Sebelumnya tim hukum Jokowi-JK, Alexander Lay juga mengecam keras tindakan babinsa. Dalam konferensi pers saat mendampingi Jokowi di Bawaslu bersama Teten Masduki, Alex meminta Bawaslu bertindak tegas.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita minta Bawaslu untuk menangani Babinsa, meminta agar melindungi hak politik warga," ujar Alex.

Ia menambahkan, Senin (9/6/2014) panglima TNI akan dimintai klarifikasinya oleh Bawaslu mengenai tindakan babinsa di berbagai daerah yang mengarahkan memilih pasangan tertentu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas