Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Publik Mulai Meragukan Jokowi Jadi Presiden

Akan tetapi, sekarang publik mulai meragukan sosok Joko Widodo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Publik Mulai Meragukan Jokowi Jadi Presiden
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Calon presiden Joko Widodo bersama cucu almarhum Habib Abdullah bin Mukhsin Al-Attas, Habib Abdullah bin Husein Al-Attas di Yayasan Masjide Al Atas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/6/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada awalnya banyak masyarakat yang kagum terhadap sosok Joko Widodo atau Jokowi, sang calon presiden, terlebih lagi saat-saat pertama kali dia menjadi Gubernur DKI Jakarta hingga ditetapkan menjadi kandidat orang nomor satu di Indonesia.

Akan tetapi, sekarang publik mulai meragukan sosok Joko Widodo. Jokowi dianggap kini kurang meyakinkan.

Setidaknya, ada dua momen yang membuat publik meragukan Jokowi, pertama pada acara resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat pengambilan nomor urut dan deklarasi kampanye damai.

“Gayanya kok begitu ya mas. Jadi hilang semangat saya dukung Jokowi,” kata Warga Mayong, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Mochammad Husni, saat dihubungi, Sabtu (7/6/2014).

Husni kecewa melihat Jokowi yang tidak tegas. "Melempem. Ini baru dalam negeri. Bagaimana kalau kumpul bareng kepala negara lain,” ujarnya.

Sementara itu Politisi PDI Perjuangan Pupung Suharis mengaku penampilan Jokowi ketika berpidato memang kurang meyakinkan. Malah ia ikut kecewa karena seringkali Jokowi menyampaikan hal tidak penting yang mengundang reaksi negatif. Pupung menunjuk pada apa yang dilakukan Jokowi di Papua saat menyindir capres lain yang berkampanye dalam hotel.

"Yang kayak begitu enggak baik dan enggak perlu. Masa jauh-jauh dari Jakarta ke Papua, hanya ngrasani orang, itu bukan leader yang baik," kata Pupung menyayangkan.

Pihaknya khawatir, Jokowi bakal keteteran pada debat capres nanti. "Saya baru saja keliling Jawa Tengah, kaget juga dengan capres partai saya ini, kok makin keteteran. Sementara popularitas Prabowo makin tinggi," ujarnya.

Calon wakil presiden pendamping Jokowi, Jusuf Kalla, sebelumnya mengatakan, Jokowi lebih banyak bekerja daripada berpidato.

Mengomentari pidato Jokowi pada acara KPU itu, Jusuf Kalla mengatakan, "Semalam orang percaya, kok pak Jokowi bicara pendek. Kalau orang kerja keras tentu bicaranya tidak panjang. Kalau orang pintar bicara banyak, biasanya kerjanya kurang."

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas