Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Projo Desak SBY Jujur Soal Pemberhentian Prabowo

Budi mengatakan Presiden SBY ketika itu merupakan salah satu penandatangan rekomendasi keputusan DKP tersebut.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Projo Desak SBY Jujur Soal Pemberhentian Prabowo
Kompas.com
Salinan surat DKP pemberhentian Prabowo Subianto. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus angkat bicara dan jujur soal pemberhentian calon presiden Prabowo Subianto sesuai keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) per 21 Agustus 1998.

Demikian dikatakan Koordinator Nasional Pro-Jokowi (PROJO) Budi Arie Setiadi dalam keterangannya, Kamis (11/6/2014).

Budi mengatakan Presiden SBY ketika itu merupakan salah satu penandatangan rekomendasi keputusan DKP tersebut.

"Presiden SBY harus bicara jujur. Beliau saat ini juga ikut bertanggung jawab terhadap nasib perjalanan bangsa ke depan. Presiden jangan diam saja. Beliau kan pelaku sejarah saat itu, sehingga mengetahui peristiwa itu secara detil, " ujar Budi.

Budi mengatakan hal tersebut merupakan persoalan serius karena menyangkut urusan kenegaraan yang substansif dan melibatkan intistusi yang menjadi bhayangkara negara.

"TNI jangan dikorbankan untuk kepentingan politik kelompok dan pribadi," ujar mantan kepala Balitbang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Ia pun meminta Presiden SBY harus menjelaskan secara terbuka kondisi yang terjadi saat itu. Sebab hal itu merupakan pelajaran penting bagi bangsa Indoneasia.

Rekomendasi Untuk Anda

Jangan sampai, katanya, bangsa Indonesia mempunyai pelajaran sejarah yang kelam dan menyesatkan. "Masa depan bangsa yang gemilang tidak mungkin dibangun dari masa lalu yang penuh dusta, derita dan nestapa," pungkas aktivis UI 98 ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas