Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi-JK Dipastikan Mampu Atasi Masalah Papua

Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla diyakini mampu memecahkan masalah sosial seperti di Papua. Keduanya mengedepankan pendekatan dialogis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Y Gustaman
zoom-in Jokowi-JK Dipastikan Mampu Atasi Masalah Papua
Tribunnews/Jeprima
Penyanyi, Romulo Radjadin atau Lilo Kla bersama grup bandnya, Kla Project tampil pada acara Deklarasi Revolusi Harmoni Untuk Revolusi Mental, di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2014). Deklarasi ini merupakan bentuk dukungan untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 2, Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK). (Tribunnews/Jeprima) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla diyakini mampu memecahkan masalah sosial seperti di Papua. Keduanya mengedepankan pendekatan dialogis untuk mendamaikan dua pihak.

"Jokowi dari segi karakter, tidak monolog dalam orasi. Apalagi JK (Jusuf Kalla)," kata juru debat tim pemenangan Jokowi-JK Indra J Piliang saat diskusi publik di kantor Jokowi-JK Center, Jakarta Selatan, Selasa (17/6/2014).

Indra mengatakan, masalah Papua harus menjadi agenda utama pemimpin baru yang harus dituntaskan. Menurutnya, Jokowi berusaha menata hal itu saat dirinya beberapa kali berkunjung ke tanah Cendrawasih.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, sosok pendamping Jokowi, yakni JK telah terbukti menjadi salah satu inisiator perjanjian Helsinki dalam mendamaikan Aceh, pun memiliki jejak rekam yang tidak bisa dinafikan.

Menurutnya, hal tersebut haruss didukung dengan platform ekonomi yang berwawasan kemaritiman. Dia mengatakan, ide tentang tol laut yang digagas Jokowi ikut berdampak mendukung kesejahteraan warga Papua.

Indra menambahkan, untuk mendukung situasi kondusif di Papua, pengembangan hubungan Indonesia dengan kawasan Asia Pasifik, seperti Papua Nugini, perlu dilakukan. Menurut dia, kawasan tersebut selama ini belum banyak tersentuh negara lain, termasuk dalam investasi.

"Ini belum banyak disentuh, seperti Papua Nugini. Padahal, ini ikut berpengaruh ke Papua," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas