Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Calon Presiden 2014

Kadin Gelar Dialog Konsep dan Program Ekonomi dengan Prabowo dan Jokowi

Tema dialog, yakni 'Memilih Pemimpin' dengan subtema, 'Membangun Perekonomian yang Mandiri, Adil dan Berkelanjutan'.

Kadin Gelar Dialog Konsep dan Program Ekonomi dengan Prabowo dan Jokowi
TRIBUN/DANY PERMANA
Calon Presiden Joko Widodo (kiri) dan Prabowo Subianto (kanan) menghadiri debat Capres di Hotel Gran Melia, Jakarta, Minggu (15/6/2014). Debat Capres yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum tersebut merupakan rangkaian menuju proses Pilpres yang akan digelar 9 Juli mendatang. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

TRIBUNNEWS.COM JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menggelar Dialog Capres-cawapres 2014 bersama Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) di Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (20/6/2014) malam.

Dialog ini digelar Kadin dalam rangka mensinergikan konsep dan program capres dan cawapres dalam pembangunan perekonomian nasional 2014-2019, beserta pemikiran yang 'out of the box', termasuk program prioritasnya.

Tema dialog, yakni 'Memilih Pemimpin' dengan subtema, 'Membangun Perekonomian yang Mandiri, Adil dan Berkelanjutan'.

Dialog Kadin dan capres-cawapres ini digelar dalam dua sesi. Sesi pertama, Kadin dengan peserta sekitar 300 orang yang hadir akan berdialog dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Sesi kedua, para peserta dari Kadin tersebut berdialog dengan Jokowi dan JK.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Organisasi dan Keanggotaan Anindya N Bakrie mengatakan, Kadin berharap mendapatkan terobosan yang 'out of the box' dari kedua capres-cawapres, terutama sektor strategis.

Di antaranya sektor Industri, Investias, Energi dan Minerba; Pangan, Pertanian dan Kelautan; Infrastruktur dan Konektivitas; Keuangan dan Pembiayaan; Sumber Daya Manusia, Tenaga Kerja dan UMKM; serta Kebijakan Publik, Pembangunan Daerah dan Pembangunan Berkelanjutan.

"Impor bisa lebih berkurang, tenaga kerja lebih bisa terserap, karena perekonomian ini wujudnya kesejahteraan, maka chalange yang paling besar adalah bagaimana kebijakan makro yang konkrit sampai kebijakan mikro, di sini kita akan bicara banyak hal," kata Anindya.

Anindya meyakini kedua capres-cawapres mempunyai pemahaman tentang konsep dan program pembangunan ekonomi Indonesia. "Ada yang lebih paham akan hal tertentu, itu wajar. Di situ lah kami ingin mengisi peran itu," jelasnya.

"Kami ingin lihat sisi capres-cawapres ini tidak dari visi ekonominya, tapi lebih penting lagi, mereka harus melihat bagaimana pikiran dan harapan dunia usaha. Sebaiknya kita tahu dari masa dini daripada di kemudian hari.

Dengan begini kita dapat menentukan pilihan dengan baik, tapi yang lebih penting lagi, yakni bagaimana yang akan terjadi setelah 9 Juli 2014 nanti," imbuhnya.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas