Tribun

Calon Presiden 2014

Jubir Jokowi-JK: Jokowi Berpesan Pilpres Kegembiraan Politik, Stop Kekerasan

"Marilah kita laksanakan instruksi Pak Jokowi untuk tetap tenang," kata Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, di Jakarta.

Editor: Hasanudin Aco
Jubir Jokowi-JK: Jokowi Berpesan Pilpres Kegembiraan Politik, Stop Kekerasan
Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDIP, Puan Maharani (tengah) didampingi Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo (kedua kiri), Ketua DPP Bidang Sumber Daya dan Dana PDIP, Effendi Simbolon (kanan), Wasekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (kiri), dan Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Ahmad Basarah menunjukkan surat perintah dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (14/3/2014). Dalam surat perintah tersebut, PDIP mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres dari PDIP untuk maju dalam Pilpres mendatang. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seluruh tim pendukung Jokowi-JK tetap diminta untuk tetap tenang. Meskipun terjadi tindak kekerasan berupa perusakan rumah, sepeda motor, hingga berbagai bentuk intimidasi lainnya yang menimpa para pendukung Jokowi-JK seperti yang terjadi di Yogyakarta.

"Marilah kita laksanakan instruksi Pak Jokowi untuk tetap tenang. Mari jaga suasana kampanye agar tetap sejuk, dan jauhkan dari segala bentuk kampanye hitam," kata Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Dalam situasi itu, lanjutnya, sangat tepat bila semua pihak mengikuti apa yang disampaikan Jokowi bahwa kampanye pilpres hendaknya dijadikan sebagai kegembiraan politik.

Jokowi juga menekankan bahwa semua pihak harus menghilangkan segala bentuk nafsu angkara murka hanya untuk berkuasa.

"Bagaimanapun juga pemilu presiden merupakan sebuah harapan untuk perubahan negeri yang lebih baik. Rakyat diberi kemerdekaan sepenuhnya untuk ikut menentukan pemimpin yang merakyat dan memiliki jejak bersih, untuk Indonesia yang lebih rukun dan damai," kata Hasto.

Hasto menyatakan agar para pendukung Jokowi-JK percaya bahwa pemenang pilpres adalah mereka yang memiliki keyakinan Indonesia memerlukan pemimpin yang rela berkorban, memiliki kebesaran jiwa, dan tidak pernah menyerang pihak lain.

"Atas berbagai serangan tersebut, hendaknya kita tetap yakin bahwa intimidasi tidak akan menyurutkan langkah Jokowi yang memang terlahir dari rakyat," tandas Hasto.

Sejauh ini tercatat banyak serangan dan bentrok fisik yang terjadi terkait para pendukung pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, khususnya di Yogyakarta.

Pertama terjadi penyerangan jemaat Katolik yang sedang beribadah di rumah Direktur Galang Press, Julius Felicius.

Polisi sudah menangkap delapan orang pelaku yang diduga terkait dengan perusakan dan pengeroyokan di rumah Felicius.

Kedua, Rumah Dosen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta Muhamad Husein Kasim, dilempar bom molotov. Husein merupakan salah satu simpatisan relawan pendukung Jokowi yang tinggal di Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.

Ketiga, kasus ledakan di sebuah bangunan bekas posko PDI Perjuangan di Jalan Abimanyu RT 29 RW 06, Wirobrajan, Yogyakarta, Minggu (8/6). Polisi masih menyelidiki motif ledakan itu.

Keempat, peristiwa kerusuhan yang melibatkan masa pendukung pasangan capres-cawapres, Selasa (24/6), di beberapa titik di Yogyakarta. Selain lempar batu, tercatat pendukung salah satu pasangan merusak sejumlah rumah dan kendaraan bermotor di Bantul, Yogyakarta.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas