Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Isu Akan Terjadi Chaos Megawati Minta Intelijen Bergerak

Megawati meminta aparat intelijen bekerja di tengah berkembangnya isu jika salah satu capres tidak terpilih maka akan terjadi chaos

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Isu Akan Terjadi Chaos Megawati Minta Intelijen Bergerak
Warta Kota/Ichwan Chasani
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri diapit oleh dua tim kampanye, Jokowi-JK, Dai Bachtiar dan Hasto Christiyanto, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Bekasi, Jumat (27/6/2014) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri meminta aparat intelijen bekerja di tengah berkembangnya isu bahwa jika salah satu capres tidak terpilih maka akan terjadi chaos.

"Akhir-akhir ini saya dengar rumor kalau pihak kesatu tidak menang, akan terjadi huru-hara, saya sendiri tidak tahu siapa yang pertama menyebarkan rumor itu," tuturnya saat konferensi pers di Hotel Horison, Jalan KH Noer Ali, Kota Bekasi, Jumat (27/6/2014).

Megawati meyakinkan bahwa isu itu bukan dari PDIP maupun partai pendukung koalisi. Dia mengaku sebagai presiden yang melaksanakan pemilu langsung pertama, 2004 lalu. Saat dirinya kalah dalam Pilpres 2004 itu pun, kata dia, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saat itu, banyak pihak katakan akan terjadi sesuatu, ternyata berjalan baik. Kenapa sekarang rumor itu ada lagi. Ini menurut saya intimidasi, seolah masyarakat ditakuti sehingga tidak ada pilihan lain," ujarnya.

Megawati meminta aparat intelijen segera bertindak mengantisipasi adanya isu tersebut. "Jangan sampai provokasi ini memicu kondisi yang tendensius sehingga terjadi chaos," kata dia.

Tim Pemenangan Pasangan Jokowi-JK, Da'i Bachtiar menambahkan, jika rumor itu benar terjadi nanti, maka pemerintah harus bertanggungjawab. "Intelejen harus bergerak. Polisi harus antisipasi agar jangan berkembang, bukan hanya jaga di TPS," kata dia.

Da'i menyatakan, harus bergerak cepat untuk menutup celah terjadinya chaos. "Sumbu-sumbu ancaman mudah dideteksi, banyak yang pengalaman intelejen. Kami juga harapkan TNI mendukung Polri yang ada di barisan depan," pungkasnya. (Ichwan Chasani)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas