Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo Soal Allan Nairn: Satu Orang Kulit Putih Kenapa Harus Ribut?

Menurut Prabowo seharusnya masyarakat Indonesia tidak perlu meributkan Allan Nairn yang merupakan warga negara asing.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Prabowo Soal Allan Nairn: Satu Orang Kulit Putih Kenapa Harus Ribut?
Kompas.com
Jurnalis investigasi asal Amerika Serikat, Allan Nairn. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Calon presiden dari koalisi merah putih Prabowo Subianto menanggapi tulisan jurnalis perang Amerika Serikat, Allan Nairn.

Menurut Prabowo seharusnya masyarakat Indonesia tidak perlu meributkan Allan Nairn yang merupakan warga negara asing.

"Kenapa sih kalau satu orang asing bicara kok kamu ribut? Karena satu orang asing kulit putih kita harus ribut?" kata Prabowo di sebuah rumah makan di Jalan Terusan Bojong Soang, Cijagra, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/7/2014).

Allan Nairn membuat kontroversi saat wawancaranya dengan Prabowo diposting ke dalam blog pribadi warga negara Amerika Serikat tersebut. Allan mengatakan Prabowo Subianto pernah membuat pernyataan yang melecehkan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan nama Gus Dur dengan menyebut Gus Dur "buta".

Prabowo pun tidak ingin menanggapi lebih jauh tulisan dari jurnalis Allan Nairn tersebut. Mantan Danjen Kopassus ini yakin masyarakat dapat memberikan penilaian terhadap tulisan jurnalis perang tersebut.

"Kita ini (rakyat Indonesia) 240 juta orang, tenang saja. Tanya rakyatmu lah, jangan tanya orang asing," tandasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, Koordinator Prabowo Media Center Budi Purnomo Karjodihardjo menyatakan Allan Nairn adalah seorang jurnalis perang asal Amerika yang terkenal memiliki hubungan yang tidak baik dengan TNI. Ia tercatat tujuh kali pernah masuk ke Indonesia secara ilegal pada tahun 2010.

"TNI bahkan pernah menyatakan akan menangkap Allan jika ia ketahuan kembali ke Indonesia," jelas Budi beberapa waktu lalu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas