Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cyrus: Seharusnya Lembaga Survei yang Enggan Diaudit Dipolisikan

"Kemudian yang harus dipidanakan adalah timses capres yang menggunakan polster yang bohong," kata Hasan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Cyrus: Seharusnya Lembaga Survei yang Enggan Diaudit Dipolisikan
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memaparkan hasil temuan survei nasional, di Jakarta Timur, Senin (7/7/2014). Survei LSI menunjukkan tren elektabilitas pasangan calon presiden-wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla mengalami kebangkitan sehingga mencapai dukungan 47,80 persen, lebih unggul 3,60 persen dari pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang memperoleh dukungan 44,20 persen. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Cyrus Network Hasan Nasbi mengatakan yang seharusnya dilaporkan polisi adalah lembaga survei yang emoh diaudit Perhimpunan Opini Publik Indonesia (Persepi). Sebab, lembaga itu dinilai telah membohongi publik.

"Sebenarnya yang harus dilaporkan adalah polster yang membohongi publik. Polster yg tidak mau diaudit kemungkinan besar polster yang memang membohongi publik," ujar Hasan di sebuah kafe di Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (17/7/2014).

Selanjutnya, kata dia, tim calon presiden manapun itu yang menggunakan hasil polster yang membohongi publik sebagai bahan untuk membentuk opini publik juga harusnya dilaporkan ke polisi.

"Kemudian yang harus dipidanakan adalah timses capres yang menggunakan polster yang bohong," kata Hasan. Ia menambahkan, Polster beneran itu adalah yang bekerja dengan kaidah-kaidah yang benar dan sudah diaudit.

Sebelumnya, Senin kemarin, Fadli Zon atas nama Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta Rajasa melaporkan Denny JA (pendiri LSI), Burhanuddin Muhtadi (Direktur Indikator Politik Indonesia), dan Akbar Faizal (Timses Jokowi-JK) ke polisi.

Tuduhan Fadli Zon kepada tiga orang tersebut adalah melakukan "makar" karena mengumumkan presiden terpilih melalui quick count dan exit poll.(Rahmat Patutie)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas