Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Relawan Jokowi Dalam Deklarasi Damai Tak Mewakili Relawan Sesungguhnya

Meskipun dia tidak mempermasalahkan dukungannya terhadap jokowi-JK sebagai kemenangan rakyat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Arif Wicaksono
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Relawan Jokowi Dalam Deklarasi Damai Tak Mewakili Relawan Sesungguhnya
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Panglima TNI Jenderal Moeldoko bersama Kapolri Jenderal Sutarman menghadiri deklarasi Damai Relawan Pro NKRI dan Pemilu Jujur dan Adil di Jakarta Selatan, Minggu (20/7/2014). Deklarasi damai ini digelar dalam rangka menjaga suasana tetap damai pada saat pengumuman hasil perhitungan suara pemilu presiden di KPU tanggal 22 Juli 2014. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Relawan Jokowi-JK mengingatkan bahwa aksi relawan yang melakukan Deklarasi Damai di Balai Kartini pada hari ini (20/07/2014) bukan mewakili sikap relawan Jokowi-JK. Ada kecurigaan bahwa relawan tersebut mendompleng nama Jokowi-JK.

Budi Arie Setiadi, Ketua Projo Nasional, mengatakan bahwa tidak pernah ada ajakan terhadap dirinya ataupun relawan lainnya untuk menghadiri deklarasi yang dihadiri oleh para petinggi TNI dan Polri tersebut.

"Tidak ada ajakan, kami malah merasa tidak pernah dilibatkan," kata Budi di jakarta, Minggu (20/07/2014).

Budi mengatakan bahwa aneh rasanya jika undangan yang dihadiri Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dan Kapolri Jenderal Sutarman, tersebut malah diisi oleh orang yang tidak mewakili pasangan Jokowi dan JK.

"Kan mereka punya ahli intelijen, masa militer gak tahu hal ini," katanya.

Ririn, Seknas Muda Jokjek mengatakan bahwa yang mengutarakan deklarasi damai di Balai kartini tidak memiliki mandat dari Seknas untuk menyampaikan pendapat. Meskipun dia tidak mempermasalahkan dukungannya terhadap jokowi-JK sebagai kemenangan rakyat.

"Kami menghargai saja, yang pasti dia tidak mewakili kami (relawan)," kata Ririn.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, Ananda Mustajab Latif,  mengatakan deklarasi atas dukungan pilpres damai pada 2014 di Balai Kartini. Meskipun dituding palsu, dia mengaku sebagai Wakil Ketua Sekretariat Nasional Jokowi Wilayah DKI Jakarta dan  mendukung Jokowi -JK karena ketertarikan politik terhadap pasangan Capres dan Cawapres tersebut.

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas