Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jokowi Targetkan Ekonomi Tumbuh 7 Persen, Kepala Bappenas: Waduh!

Target tersebut akan dikejar oleh Jokowi selama lima tahun ia menjabat sebagai presiden terpilih.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Jokowi Targetkan Ekonomi Tumbuh 7 Persen, Kepala Bappenas: Waduh!
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Balai Agung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2014). Jokowi memaparkan beberapa program yang tengah dijalankan di hadapan tamu undangan. Dia menjelaskan mengenai pengelolaan limbah yang masih belum maksimal hingga Mass Rapid Transit (MRT). Warta Kota/angga bhagya nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dalam visi dan misi menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen.

Target tersebut akan dikejar oleh Jokowi selama lima tahun ia menjabat sebagai presiden terpilih.

Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana menilai target yang ditetapkan Jokowi sangat sulit dilakukan.

Sebab, pertumbuhan ekonomi tersebut membutuhkan kinerja pemerintah disertai kebijakan yang tepat.

"Ketika memproyeksikan janji Capres, Jokowi bilang 7 persen pertumbuhan ekonomi, waduh!" ujar Armida dalam musyawarah perencanaan nasional IPTEK 2014, di gedung BPPT, Jumat (8/8/2014).

Armida memaparkan untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen, pemerintah berikut harus bekerja keras. Pasalnya sampai pertengahan tahun saja pertumbuhan ekonomi baru mencapai 5,1 persen.

"Harus dinaikan lagi sama pemerintah yang akan datang, waduh!" ungkap Armida.

Rekomendasi Untuk Anda

Armida pun mengakui sejak era reformasi, Indonesia tidak pernah mencapai pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen. Armida menyebutkan pertumbuhan ekonomi paling tinggi sejak reformasi mencapai 6,5 persen.

"Kita baru satu kali 6,5 persen tahun 2012 itu juga karena kebawa pertumbuhan ekonomi global," jelas Armida.

Sebelumnya diketahui Kementerian Keuangan pada awal tahun menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Namun sejalan dengan berjalannya waktu, target pertumbuhan ekonomi diturunkan sampai 5,7 persen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas