Jokowi Targetkan Ekonomi Tumbuh 7 Persen, Kepala Bappenas: Waduh!
Target tersebut akan dikejar oleh Jokowi selama lima tahun ia menjabat sebagai presiden terpilih.
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor:
Rendy Sadikin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dalam visi dan misi menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar tujuh persen.
Target tersebut akan dikejar oleh Jokowi selama lima tahun ia menjabat sebagai presiden terpilih.
Menanggapi hal tersebut Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana menilai target yang ditetapkan Jokowi sangat sulit dilakukan.
Sebab, pertumbuhan ekonomi tersebut membutuhkan kinerja pemerintah disertai kebijakan yang tepat.
"Ketika memproyeksikan janji Capres, Jokowi bilang 7 persen pertumbuhan ekonomi, waduh!" ujar Armida dalam musyawarah perencanaan nasional IPTEK 2014, di gedung BPPT, Jumat (8/8/2014).
Armida memaparkan untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen, pemerintah berikut harus bekerja keras. Pasalnya sampai pertengahan tahun saja pertumbuhan ekonomi baru mencapai 5,1 persen.
"Harus dinaikan lagi sama pemerintah yang akan datang, waduh!" ungkap Armida.
Armida pun mengakui sejak era reformasi, Indonesia tidak pernah mencapai pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen. Armida menyebutkan pertumbuhan ekonomi paling tinggi sejak reformasi mencapai 6,5 persen.
"Kita baru satu kali 6,5 persen tahun 2012 itu juga karena kebawa pertumbuhan ekonomi global," jelas Armida.
Sebelumnya diketahui Kementerian Keuangan pada awal tahun menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Namun sejalan dengan berjalannya waktu, target pertumbuhan ekonomi diturunkan sampai 5,7 persen.
Baca tanpa iklan