Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

ICW: Jadi Presiden Jokowi Jangan Kebanyakan Nonton Konser Rock

Jokowi Jangan terlalu banyak nonton konser rock. Lebih baik, pemberantasan korupsi harus jadi prioritas besar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in ICW: Jadi Presiden Jokowi Jangan Kebanyakan Nonton Konser Rock
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Presiden terpilih Joko Widodo dan istri Iriana Jokowi usai perayaan HUT ke-69 RI di Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rahmat Patutie

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengatakan Presiden dan Wakil Presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) harus konsen terkait isu-isu pemberantasan korupsi. Bukan hanya sibuk nonton konser rock.

"(Jokowi) Jangan terlalu banyak nonton konser rock. Lebih baik, pemberantasan korupsi harus jadi prioritas besar selain isu soal kesejahteraan," ujar Koordinator Devisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Emerson Juntho kepada wartawan usai jumpa pers, di Waung Daun, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/8/2014).

Menurutnya korupsi menjadi ancaman terbesar bagi pemerintah untuk menjalankan mandat konstitusi. Dikatakan korupsi telah menggerogoti semua sendi kehidupan dan akhirnya bisa membinasakan negara.

Dia mengatakan, biaya yang ditimbulkan oleh para koruptor bukan hanya hilangnya potensi pendapatan dan anggaran negara, tetapi kata, juga rusaknya seluruh sendi kehidupan berbangsa seperti ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Dia berpendapat Presiden dan Wakil Presiden akan sulit memenuhi janji kampanye dan kewajiban konstitusional.

"Jika (koruptor) terus dibiarkan, Indonesia bisa menjadi negara gagal," katanya.

Tak hanya itu, Dia pun menyingung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kerap sibuk mengeluarkan album lagu dibandingkan isu soal pemberantasan korupsi dalam masa pemerintahannya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Isu soal korupsi tidak begitu kental. Nah itu yang tidak diharapkan oleh publik," ucapnya.

Menurutnya hal tersebut memunculkan persepsi di mata masyarakat lebih mengenal SBY sebagai figur pencipta lagu.

Emerson menuturkan SBY banyak mengeluarkan Instuksi Presiden dan kebijakan anti korupsi, tetapi kata dia masih minim dalam hal evaluasi implenetasi.

"Banyak Instruksi Presiden, dan kebijakan anti korupsinya dia (SBY), tapi minim soal evalusasi implementasi," katanya.

Emerson menyebutkan hal tersebut harus menjadi pelajaran pemerintahan yang akan datang. Menurutnya, sangat penting bagi pemerintahan baru yang terpilih untuk memproritaskan pencegahan dan pemberantasan korupsi.

"Itu harus jadi pelajaran pemerintahan yang akan datang untuk tidak menjadikan figur SBY sebagai contoh," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas