Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jokowi Sebut Demokrat dan PAN Kemungkinan Merapat

"Kemungkinan ada dua partai, Demokrat dan PAN. Sudah itu saja," ujar Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi di Balai Kota hari ini.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jokowi Sebut Demokrat dan PAN Kemungkinan Merapat
Warta Kota/henry lopulalan
JOKOWI PIMPIN UPACARA - Gubernur DKI Jakarta yang juga Presiden terpilih Joko Widodo memberi hormat ketika menjadi inspektur upacara HUT ke-69 Kemerdekaan RI Tingkat Provinsi DKI Jakarta di Kawasan Monumen Nasional, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (17/8/2014). Upacara HUT RI yang diikuti pegawai Pemprov DKI Jakarta, unsur TNI dan Polri pada tahun ini mengangkat tema secara nasional Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia yang Makin Maju dan Sejahtera (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden terpilih Joko Widodo akhirnya mengungkapkan ada dua partai politik diluar koalisi pendukung Jokowi-JK yang akan bergabung.

"Kemungkinan ada dua partai, Demokrat dan PAN. Sudah itu saja," ujar Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (19/8/2014).

Gubernur DKI Jakarta ini sebelumnya enggan menyebutkan partai politik mana saja yang akan bergabung ke kubunya.

Soal kemungkinan Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pun Jokowi enggan menjawabnya.

"Banyak enggak usah saya sebut, kalau nanti proses itu rampung baru," ucap Jokowi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pidato Kenegaraan HUT Kemerdekaan Ke-69 RI mengatakan dirinya siap membantu siapapun yang nantinya akan dilantik menjabat sebagai Presiden RI menggantikan dirinya.

"Di mimbar yang mulia ini, saya, Susilo Bambang Yudhoyono, juga berjanji untuk membantu siapapun yang akan menjadi Presiden Republik Indonesia tahun 2014 – 2019, jika hal itu dikehendaki.

Rekomendasi Untuk Anda

Ini adalah kewajiban moral saya sebagai mantan Presiden nantinya, dan sebagai warga negara yang ingin terus berbakti kepada negaranya," ujar Presiden dalam pidato kenegaraan di DPR RI, Jumat (15/8/2014) lalu.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas