Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kivlan Zein Tuduh Polisi Sadis Tangani Pengunjuk Rasa

"Sadis. Mereka dipukuli, ditembaki pakai gas air mata dan peluru karet," ujarnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta, Kamis (21/8/2014)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abraham Utama
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kivlan Zein Tuduh Polisi Sadis Tangani Pengunjuk Rasa
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Pendukung Prabowo-Hatta berlarian menyelamatkan diri dari tembakkan gas air mata dan semprotan meriam air dari polisi saat terjadi bentrokkan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014). Polisi terpaksa membubarkan pendukung Prabowo-Hatta karena memaksa mendekati gedung Mahkamah Konstitusi (MK) yang sedang melaksanakan sidang putusan gugatan Pilpres 2014. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews, Abraham Utama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen menyebut aksi aparat kepolisian yang membubarkan unjuk rasa pendukung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, sebagai sesuatu yang sadis.

"Sadis. Mereka dipukuli, ditembaki pakai gas air mata dan peluru karet," ujarnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta, Kamis (21/8/2014) sore.

Pria yang pernah menyatakan Prabowo bukanlah orang yang bertanggung jawab atas peristiwa Mei 1998 ini menuturkan, tiga korban yang sempat mendapatkan pertolongan pertama di RSUD Tarakan mengalami bocor di bagian kepala akibat pukulan rotan.

Kivlan ketika ditemui sedang mengurus kepindahan tujuh korban di RSUD Tarakan menuju Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

Ia berkata, atas perintah mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso, seluruh korban luka akan dibawa ke rumah sakit di kawasan Senen tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas