Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

SBY Diminta Jangan Meninggalkan Bom Waktu bagi Jokowi-JK

SBY harus menjadi pemimpin yang “husnul khatimah” dengan cara meninggalkan warisan yang baik bagi pemerintahan Jokowi-JK.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in SBY Diminta Jangan Meninggalkan Bom Waktu bagi Jokowi-JK
Jokowi dan SBY 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang transisi pemerintahan yang menghitung hari, Presiden terpilih Joko Widodo dijadwalkan bertemu Presiden SBY di Bali pada 27 Agustus mendatang.

Ridho Imawan Hanafi, Peneliti Politik Soegeng Sarjadi Syndicate, menyatakan bahwa pertemuan itu harus menghasilkan sebuah keputusan penting bagi negeri.

Menurutnya, SBY harus menjadi pemimpin yang “husnul khatimah” dengan cara meninggalkan warisan yang baik bagi pemerintahan Jokowi-JK.

Salah satunya, terkait kebijakan menaikkan harga BBM, sehingga dapat meringankan beban pemerintahan yang akan datang.

"SBY akan dicatat publik, apakah ia akan meninggalkan bom waktu bagi Jokowi-JK atau sebaliknya akan dikenang publik sebagai pemimpin yang membentangkan jalan bagi pemerintahan baru yang lebih baik.

Saya pribadi berpendapat, SBY mestinya tidak meninggalkan bom waktu bagi Jokowi-JK," kata Ridho di Jakarta, Selasa (26/8/2014)

Maka dari itu, dia menilai SBY harus membuka komunikasi seluas-luasnya dengan Jokowi. Bahkan, seluruh kementerian pemerintahan SBY dapat membangun komunikasi dengan Tim Transisi Jokowi-JK, sehingga tercipta kesinambungan antara pemerintahan lama dengan pemerintahan baru.

Rekomendasi Untuk Anda

"Apalagi dengan dibentuknya Kantor Transisi, Jokowi ingin tancap gas saat dilantik pada 20 Oktober nanti," imbuh dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas