Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

JK Berencana Naikkan Gaji Menteri

Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla (JK), mengatakan pihaknya akan mengantisipasi masuknya kandidat menteri yang bermasalah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in JK Berencana Naikkan Gaji Menteri
Warta Kota/henry lopulalan
Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla mendatangi rumah Transisi, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2014). JK untuk pertama kalinya mendatangi rumah transisi untuk melihat perkembangan persiapan menghadapi transisi. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla (JK), mengatakan pihaknya akan mengantisipasi masuknya kandidat menteri yang bermasalah.

JK berharap para menteri di kabinet Joko Widodo (Jokowi) dan JK tidak terjerat kasus seperti yang dialami mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik.

Kepada wartawan di kediamannya, di Jalan Brawijaya nomor 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/9/2014), JK mengatakan korupsi oleh seorang menteri itu dipengaruhi perilaku sang menteri itu sendiri.

Ia paham jika gaji menteri sekarang di luar tunjangan hanya berkisar Rp19 juta per bulan, dan sudah lama tidak dinaikkan.

"Kita sadar gaji menteri Rp19 juta per bulan. Bandingkan gaji anggota DPR Rp70 juta per bulan, dapat fasilitas macam-macam," katanya.

Dirut Badan Usaha Milik Negara pun kata JK gajinya berkali-kali lipat dari gaji menteri, selain itu Komisioner KPK kata dia gajinya mencapai Rp75 juta.

JK menegaskan gaji yang tidak kunjung naik dan terhitung rendah di antara pejabat lainnya adalah presiden dan menteri.

Rekomendasi Untuk Anda

Oleh karena itu tidak heran jika ada menteri yang tergiur untuk melakukan aksi korupsi. JK pun berharap menteri-menter di kabinetnya nanti akan menerima gaji yang lebih baik.

"Kita realistis juga, kalau gajinya segitu bagaimana?" ujarnya.

Pada tahun 2004 lalu saat ia menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY), ia sempat berencana menaikkan gaji menteri, namun rencana itu tak pernah ditandatangani oleh SBY.

Ia pun mengaku tidak tahu kenapa SBY tidak kunjung menandatangani kenaikkan gaji itu hingga kini.

Mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar itu mengatakan, jika keuangan negara memungkinkan ia berencana untuk menaikkan gaji menteri.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas