Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sekolah Rakyat, Ikhtiar Memperluas Akses Pendidikan yang Setara

Presiden Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Senin (12/1/2026).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Sekolah Rakyat, Ikhtiar Memperluas Akses Pendidikan yang Setara
Istimewa/GO
SEKOLAH RAKYAT - Program Sekolah Rakyat. Presiden Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). 

TRIBUNNEWS.COM - Pembukaan Program Sekolah Rakyat menandai langkah awal pemerintah dalam memperkuat agenda pemerataan pendidikan di Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan sebanyak 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dalam sebuah seremoni yang digelar di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Program ini diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses belajar.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa program ini sebagai langkah terobosan yang diambil pemerintah untuk menjawab persoalan mendasar di sektor pendidikan.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen awal pemerintahan baru dalam menjadikan pendidikan sebagai instrumen strategis pembangunan sumber daya manusia.

Program Sekolah Rakyat dan Konsep Pendidikan yang Ditawarkan

Sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai model pendidikan yang berpihak pada kelompok masyarakat paling rentan.

Secara konseptual, program ini lahir dari pemahaman bahwa pendidikan tidak semata-mata berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai jalan untuk membentuk karakter, membuka cara berpikir, dan meningkatkan kualitas hidup peserta didik secara menyeluruh.

Rekomendasi Untuk Anda

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu implementasi dari Asta Cita poin keempat yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata dan terjangkau.

Program ini dirancang untuk memberikan layanan pendidikan gratis yang terintegrasi, tidak hanya mencakup proses belajar mengajar, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik.

Negara menanggung berbagai aspek pendukung, mulai dari akomodasi, konsumsi, pakaian seragam, hingga kebutuhan esensial lainnya, sehingga peserta didik dapat mengikuti pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi.

Baca juga: Strategi Lulus Fakultas Kedokteran UNS, Ganesha Operation Gelar Webinar Sosialisasi PTN

Sasaran utama Sekolah Rakyat adalah anak-anak yang berasal dari keluarga miskin. Kelompok ini mencakup anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk anak jalanan, yang selama ini menghadapi keterbatasan serius dalam mengakses pendidikan berkualitas.

Dengan menyasar kelompok paling rentan, Sekolah Rakyat diposisikan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan sekaligus peningkatan kualitas hidup generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat tidak berdiri sendiri. Program ini dijalankan melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lainnya, sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa keberhasilan program pendidikan berskala nasional membutuhkan dukungan, pengawasan, serta evaluasi bersama agar tujuan pemerataan dan keberlanjutan pendidikan dapat tercapai secara optimal.

Posisi Sekolah Rakyat dalam Sistem Pendidikan Nasional

Dalam kerangka pendidikan nasional, Sekolah Rakyat diposisikan sebagai salah satu skema untuk memperluas akses belajar, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau secara optimal.

Program ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem pendidikan formal yang telah berjalan, melainkan melengkapi upaya negara dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Sejak mulai beroperasi pada 2025, Sekolah Rakyat rintisan telah dibuka secara bertahap di 166 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Persebarannya mencakup Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Dari pelaksanaan tahap awal tersebut, tercatat lebih dari 15 ribu siswa telah mengikuti proses pendidikan di Sekolah Rakyat selama satu semester pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026.

Data ini menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat mulai mengambil peran dalam menjangkau peserta didik dari berbagai latar belakang geografis dan sosial.

Ke depan, pemerintah menargetkan jumlah Sekolah Rakyat akan terus bertambah hingga mencapai 500 sekolah, dengan kapasitas yang lebih besar di setiap satuannya.

Meski demikian, keberadaan Sekolah Rakyat tetap dipahami sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang lebih luas, di mana pemerataan pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu program, tetapi memerlukan berbagai pendekatan dan kebijakan yang saling melengkapi.

Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas sektor dengan memberikan pilihan jalur lanjutan bagi peserta didik tingkat SMA, baik ke perguruan tinggi maupun ke dunia kerja.

Kurikulum disesuaikan dengan pilihan tersebut melalui keterlibatan berbagai kementerian, termasuk dukungan guru, dosen, serta kementerian teknis terkait.

Pendekatan ini mendapat respons dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperluas akses dan pendampingan pendidikan, termasuk peluang keberlanjutan studi.

Melalui sinergi antarkementerian yang tengah dirancang, Sekolah Rakyat diharapkan mampu memperkuat pemerataan pendidikan nasional dengan memastikan lulusan memiliki jalur transisi yang jelas dan berkelanjutan

Membuka Peluang Belajar yang Setara bagi Semua Anak Bangsa

Pada akhirnya, Program Sekolah Rakyat dapat dipandang sebagai salah satu ikhtiar negara dalam memperluas kesempatan belajar bagi seluruh anak bangsa.

Di tengah tantangan kesenjangan akses dan kualitas pendidikan, kehadiran berbagai skema pendidikan yang menjangkau wilayah dan kelompok masyarakat berbeda menjadi bagian penting dari upaya pemerataan yang berkelanjutan.

Prinsip pemerataan tersebut sejatinya juga tercermin dalam praktik pendidikan di luar kebijakan pemerintah.

Salah satunya terlihat dari model pembelajaran yang diterapkan Ganesha Operation (GO), yang hadir di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, dengan standar materi pembelajaran yang tidak dibeda-bedakan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan dapat dijaga secara merata, tanpa memandang lokasi geografis atau latar belakang sosial peserta didik.

Dengan materi dan standar pembelajaran yang sama, peluang siswa di wilayah perkotaan maupun daerah pelosok untuk berkembang dan berprestasi dapat terbuka secara lebih setara.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pemerataan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh keberadaan sekolah di suatu daerah, melainkan oleh konsistensi kualitas dan akses yang diberikan kepada peserta didik.

Lebih dari sekadar menyediakan akses sekolah, Sekolah Rakyat diarahkan sebagai instrumen jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan.

Konsep kesetaraan menjadi nilai utama yang diusung, dengan memberikan kesempatan belajar yang sama bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang bersama generasi sebaya mereka

Melalui pendekatan ini, program tersebut diharapkan dapat memperkecil kesenjangan sosial, menumbuhkan solidaritas antarkelompok masyarakat, serta membuka ruang kompetisi yang lebih setara di masa depan.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas