Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hewan Kecil, Dampak Besar: Perjalanan Tikus dalam Riset Kesehatan

Mengapa tikus jadi 'pahlawan' riset medis? Dari kanker hingga vaksin, perannya besar, tapi bisakah suatu hari tergantikan?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sri Juliati
zoom-in Hewan Kecil, Dampak Besar: Perjalanan Tikus dalam Riset Kesehatan
ISTIMEWA/GANESHA OPERATION
TIKUS PERCOBAAN - Dalam dunia penelitian medis, tikus telah lama menjadi salah satu model hewan paling utama yang digunakan untuk menguji teori, memahami penyakit, hingga mengembangkan terapi baru. Mengapa tikus jadi 'pahlawan' riset medis? Dari kanker hingga vaksin, perannya besar, tapi bisakah suatu hari tergantikan? 

Perkembangan teknologi genetika modern kemudian semakin memperkuat posisi tikus dalam penelitian. 

Ilmuwan kini dapat memodifikasi genom tikus untuk meniru mutasi gen tertentu pada manusia. 

Model ini membantu peneliti memahami mekanisme dasar suatu penyakit, bagaimana penyakit tersebut diwariskan, hingga menguji efektivitas terapi baru sebelum memasuki tahap uji klinis.

Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa studi berbasis tikus (yang sering disebut sebagai murine studies) memiliki keterbatasan. 

Tidak semua temuan pada tikus dapat secara langsung diterjemahkan ke manusia. Kompleksitas biologis manusia sering kali lebih tinggi, sehingga hasil penelitian tetap harus divalidasi melalui uji klinis sebelum diterapkan secara luas.

Mengapa Tikus Dipilih?

Jika melihat sejarah panjang penggunaannya, jelas bahwa tikus bukan dipilih secara kebetulan. 

Ada alasan ilmiah yang sangat kuat mengapa hewan kecil ini menjadi model paling dominan dalam penelitian medis modern.

Rekomendasi Untuk Anda

1. Kemiripan Genetik dengan Manusia

Salah satu alasan utama adalah kesamaan genetik. Tikus berbagi banyak karakteristik genetik dengan manusia.

Sehingga perubahan atau mutasi gen tertentu pada tikus dapat digunakan untuk mempelajari penyakit yang serupa pada manusia.

2. Kesamaan Sistem Organ dan Fisiologi

Penelitian menunjukkan, sistem organ tikus memiliki kemiripan bentuk, struktur, dan fungsi dengan manusia. 

Tikus memiliki organ vital seperti jantung, paru-paru, otak, dan ginjal dengan sistem kerja yang secara fisiologis cukup representatif.

Selain itu, sistem pencernaan, peredaran darah, reproduksi, dan saraf pada tikus berkembang melalui proses biologis yang serupa dengan manusia. 

Kesamaan inilah yang memungkinkan peneliti mengamati bagaimana suatu penyakit berkembang di tingkat organ maupun sistem tubuh secara menyeluruh.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas