Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

MUI: Jangan Benturkan Sekolah Full Day dengan NU dan Muhammadiyah

"Kami berharap setelah diumumkan Ketua Umun MUI soal itu, semua harus menurunkan tensi baik dari jamaah Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in MUI: Jangan Benturkan Sekolah Full Day dengan NU dan Muhammadiyah
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO ERDIANTO
Wakil Ketua Umum MUI KH Zainut Tauhid Sa'adi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi meminta polemik soal sekolah seharian (full day school/FDS) jangan menjadi pemicu benturan dua organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

"Kami berharap setelah diumumkan Ketua Umun MUI soal itu, semua harus menurunkan tensi baik dari jamaah Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah," katanya di Jakarta, Selasa (20/6/2017).

Dia berharap dua jamaah organisasi massa (ormas) Islam tersebut untuk fokus dalam menyempurnakan FDS selanjutnya.

Kebijakan sekolah seharian itu ditunda sementara dan akan dinaikkan statusnya dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Peraturan Presiden.

Dengan dinaikkan statusnya, menurut dia, maka FDS akan kembali digodok guna disempurnakan dengan melibatkan tiga kementerian, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri.

Tujuannya, dikemukakannya, adalah untuk lebih mengakomodir berbagai aspirasi terkait FDS sehingga kebijakan sekolah seharian menemui titik temu solusi kemenangan bersama (win-win solution) untuk kepentingan umat dan masyarakat.

Awalnya, menurut dia, level FDS itu ada di tingkat menteri sebagaimana amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 tahun 2017 terkait Hari Sekolah.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menilai, FDS rentan konflik bilamana tidak diarahkan kepada musyawarah untuk mufakat, agar jangan ada masalah ikutan yang kontraproduktif bagi bangsa.

"Jika ada kesalahpahaman agar bisa ditepis dengan duduk bersama sehingga rumusan baru soal FDS nanti bisa diperbaiki. Mari kita bersama-sama duduk bareng untuk kebijakan yang maslahat. Tidak ada manfaatnya jika saling curiga, jangan berapriori," Zainut Tauhid Saadi.

Sumber: Antaranews.com

Sumber: Antara
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas