Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Materi Program 'Inspirasi' untuk Menyiapkan Kepemimpinan SDM Era Industri 4.0 di Karawang

Program bertujuan mengembangkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah dan nantinya berpengaruh pada peningkatan mutu hasil pembelajaran siswa

Materi Program 'Inspirasi' untuk Menyiapkan Kepemimpinan SDM Era Industri 4.0 di Karawang
HandOut/Istimewa
Peluncuran program "Inisiatif Kepemimpinan Pendidikan untuk Raih Prestasi (INSPIRASI), Kamis (18/7) siang, di Resinda Hotel Karawang, Jawa Barat. Program perdana ini akan berjalan selama 1,5 tahun dan ditujukan bagi 20 kepala sekolah dasar negeri dan 5 madrasah ibtidaiyah. Lahirnya INSPIRASI tak terlepas dari inisiatif dan dukungan mitra kerja atau donor yang terdiri dari Tanoto Foundation, Global School Leaders, Resinda Hotel Karawang, PT Bukit Muria Jaya, Triputra Agro Persada, dan Asia Philanthropy Circle. 

“Hal-hal ini yang belum pernah ada dari desain pelatihan kepemimpinan dari pemerintah, padahal itu penting,” imbuhnya.

Materi kedua yaitu problem kemampuan memecahkan masalah.

Pelatihan ini menghindari untuk mengajarkan langsung cara memecahkan masalah apa pun di sekolah karena nantinya kepala sekolah tidak terbiasa mengatasi masalahnya sendiri.

Mereka diarahkan untuk berdiskusi dengan kepala sekolah lain sehingga bisa berbagi pengalaman dalam mengatasi masalah yang serupa.

Kemudian, materi ketiga berupa konten pembelajaran secara umum.

Ada tiga hal yang diutamakan dalam materi ini, yakni mengembangkan guru, mengobservasi pembelajaran, dan melakukan tinjauan ulang terhadap rencana pengajaran dan pembelajaran (RPP).

Evaluasi dampak

“Tidak semua kepala sekolah terbiasa untuk memberikan observasi di kelas dan kasih feedback ke gurunya. Peraturan sudah ada, tapi enggak semuanya nyaman, makanya perlu dibiasakan. Kalau untuk me-review lesson plan supaya guru-gurunya mengajar dengan metode pembelajaran yang aktif, kebanyakan sebelumnya cuma satu arah,” jelas Patrya.

Dia menuturkan, problem terbesar dari kebanyakan program pelatihan selama ini adalah ketika programnya sudah selesai, penyelenggaranya tidak tahu apakah praktik yang sudah diajarkan masih dilanjutkan atau tidak.

Maka dari itu, Yayasan Inspirasi bermitra dengan satu lembaga riset untuk melakukan evaluasi atau impact evaluation.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas