Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Maruarar Sirait Ingatkan Penerima Beasiswa China untuk Setia pada Pancasila

"Meski kita bangsa besar, namun kita juga harus belajar dari negara maju seperti China. Bahkan China sudah melampaui negara maju,"

Maruarar Sirait Ingatkan Penerima Beasiswa China untuk Setia pada Pancasila
ISTIMEWA
50 orang siswa Indonesia atas fasilitas INTI mendaptakan beasiswa dari pemerintah China untuk studi di negara tirai bambu tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Indonesia merupakan bangsa yang sangat besar. Penduduk Indonesia terdiri dari 267 juta jiwa dengan 714 suku dan dengan 1.100 bahasa. Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo saat menerima pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) di komplek DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 21/8/2019).

Kedatangan perhimpunan INTI ini difasilitasi anggota DPR RI Maruarar Sirait, mengantarkan 50 orang siswa-siswa Indonesia yang atas fasilitas INTI. Mendaptakan beasiswa dari pemerintah China untuk studi di negara tirai bambu tersebut.

Baca: Kata Bank Indonesia Soal WhatsApp Incar Bisnis Pembayaran Digital

"Meski kita bangsa besar, namun kita juga harus belajar dari negara maju seperti China. Bahkan China sudah melampaui negara maju," kata Bambang kepada calon penerima beasiswa itu.

Baca: Nasib Pemilihan Wagub DKI di Tangan DPRD Periode Baru

Bambang mengatakan bahwa belajar ke negeri China itu harus membawa oleh-oleh berupa ilmu pengetahuan. Misalnya kelebihan China unggul dalam platform digital harus dibawa ke Indonesia.  "Pulang ke Indonesia, harus bermanfaat bagi Indonesia," ungkap Bambang.

Bukan hanya pengetahuan, sambung Bambang, hal yang tak kalah penting juga adalah bagaimana membangun saling pengertian. Sehingga bangsa Indonesia dan bangsa China saling mengerti satu sama lain. "Jadilah duta-duta Indonesia sambil menimba ilmu," kata dia.

Ketua Umum Perhimpunan INTI, Teddy Sugianto dalam kesempatan itu mengatakan program ini untuk merekatkan satu sama lain tanpa harus ada kecurigaan. Anak-anak bangsa dari kedua negara ini pun bisa saling berbagi kebudayaan.

50 orang siswa Indonesia atas fasilitas INTI mendaptakan beasiswa dari pemerintah China untuk studi di negara tirai bambu tersebut.
50 orang siswa Indonesia atas fasilitas INTI mendaptakan beasiswa dari pemerintah China untuk studi di negara tirai bambu tersebut. (ISTIMEWA)

"Tapi kalian harus kembali ke Indonesia. Berbakti untuk Indonesia. Kalau kalian dapat jodoh disana, ajak ke Indonesia. Jangan malah kalian tinggal disana. Bangun Indonesia," ungkap Teddy.

Maruarar Sirait, yang juga Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), memberikan pesan moral dan ideologis kepada penerima beasiswa. Ara menegaskan bahwa mereka harus memiliki komitmen yang kuat pada Pancasila dan harus selalu mengutamakan kepentingan nasional.

"Kalian jangan jadi agen China. Kalian harus jadi agen Indonesia. Kalian pulang harus bermanfaat bagi Indonesia," tegas Ara.

Di depan penerima beasiswa dan pengurus INTI, ia meminta membuat komitmen secara tertulis, setia pada Pancasila dan NKRI. "Mau setia pada Pancasila? Mau komitmen pada NKRI? Mau bela kepentingan Indonesia di atas kepentingan bangsa lain?" tanya Maruarar.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Rachmat Hidayat
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas