Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bangganya Saningrat, Penarik Becak yang Bisa Luluskan Putrinya Hingga Dapat Gelar Doktor

Saningrat (43) tidak pernah menyangka dirinya akan mampu mengantarkan putrinya, Lailatul Qomariyah (27), menempuh pendidikan di ITS hingga doktor.

Bangganya Saningrat, Penarik Becak yang Bisa Luluskan Putrinya Hingga Dapat Gelar Doktor
Istimewa
Lailatul Qomariyah seusai sidang terbuka di ITS, foto bersama ayah dan ibunya, Saningrat dan Rusmiati, Rabu (4/9/2019) lalu. 

TRIBUNNEWS.COM Saningrat (43) dan istrinya Rusmiati (40) tidak pernah menyangka dirinya akan mampu mengantarkan anak sulungnya, Lailatul Qomariyah (27), menempuh pendidikan di Institut Tekhnologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya hingga lulus doktor.

Apalagi pasangan suami istri asal Dusun Jinangka, Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, ini sehari-hari hanya menarik becak dan menjadi buruh tani. 

Saningrat menceritakan bagaimana keluarganya mengantarkan anaknya bisa menempuh pendidikan sampai S3.

Lailatul Qomariyah sudah dikenal di keluarganya sebagai anak yang cerdas sejak di bangku SD, padahal Saningrat tidak pernah memberikan pendidikan khusus kepada anaknya.

 Keutamaan dan Pahala Puasa Asyura Besok Selasa 10 September 2019, Penghapus Dosa 1 Tahun

 Diduga Berawal Dari Kasus Tilang, Pria Asal Lombok Timur Tewas karena Berkelahi dengan Polisi

 VIDEO Kabar Baru Ria Irawan Dirawat di RSCM Pakai BPJS Kesehatan Kelas 3, Inul & Aryo Wahab Terharu

 Viral Minggu Ini - Curhat Gadis Ditinggal Nikah, Tunangan Selingkuh, Ini Pesan Buat Orang Ketiga

Saningrat hanya sibuk bekerja sebagai penarik becak dan istrinya menjadi buruh tani. Namun sejak SD, Lailatul terus-menerus mendapat ranking 1.

"Setelah lulus SD, anak saya mendaftar di SMP negeri. Alhamdulillah diterima di SMPN 1 dan SMPN 4 Pamekasan.

Namun, pilihannya jatuh ke SMPN 4 Pamekasan. Saya tidak tahu mengapa Lailatul memilih SMPN 4 Pamekasan," ujar Saningrat saat ditemui di kediamannya, Minggu (8/9/2019).

Selama duduk di bangku SMP, Lailatul yang lahir pada 16 Agustus 1992 selalu meraih ranking 1 di sekolahnya.

Hingga akhirnya dia diterima di SMAN 1 Pamekasan dengan meraih beasiswa.

Sepeda impian

Saat di bangku SMA, Lailatul dianggap orang kaya karena setiap hari selalu diantar dan dijemput dengan becak.

HALAMAN SELANJUTNYA ==============>

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Asytari Fauziah
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas