Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kembangkan Penelitian Kesehatan Kalbe Farma Beri Anugerah Karya Cipta kepada 10 Dokter

Untuk mengembangkan penelitian kesehatan khususnya bagi dokter di Indonesia, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bersama lembaga penelitian Ikatan Dokter Indon

Kembangkan Penelitian Kesehatan Kalbe Farma Beri Anugerah Karya Cipta kepada 10 Dokter
TRIBUN/DANY PERMANA
Ilustrasi dokter 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk mengembangkan penelitian kesehatan khususnya bagi dokter di Indonesia, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bersama lembaga penelitian Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengadakan Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCDI). Penghargaan nantinya akan diberikan kepada 10 pemenang yang hasil penelitan dan wawancaranya dianggap yang terbaik.

“Kalbe terus berkomitmen untuk berkontribusi terhadap dunia penelitian di Indonesia, khususnya penelitian di bidang kesehatan,“ ujar Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Bujung NUgroho.

AKCDI yang bekerjasama dengan IDI dan Kalbe Farma merupakan program yang pertama kali diselenggarakan oleh lembaga riset IDI untuk membangun iklim penelitian di antara para dokter di Indonesia.

Program ini merupakan kelanjutan dari kerjasama Kalbe Farma dengan Lembaga Penelitian IDI. Penelitian yang dinilai adalah penelitian yang memberikan dampak positif di bidang kesehatan atau teknologi kesehatan yang masuk kategori penelitian dasar, penelitian klinis dan epidemiologi kedokteran.

Dalam lomba tersebut, sepuluh pemenang akan mendapatkan penghargaan dan hadiah senilai Rp 20 juta di acara gala dinner, bersamaan dengan perayaan hari dokter nasional ke-69 yang jatuh setiap tanggal 24 Oktober. Perayaan hari dokter nasional ke-69 diselenggarakan di Ballroom Sheraton Grand Gandaria Jakarta dihadiri sekitar 300 dokter yang berasal dari seluruh Indonesia. Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCDI IDI-KALBE) merupakan program penghargaan kepada Dokter Indonesia yang telah melakukan penelitian berdedikasi dan telah bekerja keras dalam menghasilkan karya penelitian di bidang kesehatan.  

Proses penjurian AKCDI IDI-KALBE 2019 dilakukan setelah seleksi oleh panitia terhadap kelengkapan administrasi dan penentuan kategori penelitian. Penjurian ada tiga tahap yaitu tahap satu, penilaian isi penelitian untuk didapatkan 30 penelitian terbaik; Tahap dua, tahap penilaian isi penelitian untuk mendapatkan 10 finalis. Tahap tiga, tahap presentasi dan wawancara hasil penelitian.

Tahap seleksi kelengkapan administrasi adalah tahap untuk melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan persyaratan administrasi, dokumen penelitian dan substansi penelitian yang telah dilakukan. Pada tahap penilaian isi penelitian dilakukan oleh dewan juri dengan menilai nominator pemenang hasil lulus seleksi tahap pertama pada seluruh kategori.  Tahap presentasi dilakukan oleh peneliti secara individu atau kelompok di hadapan dewan juri.

Dewan juri AKCDI IDI-KALBE 2019 ada 9 orang yakni (1) Dr Muhammad Akbar,Sp.S,Ph.D, (2) DR. Dr Wawang Sukarya,i/iARS,MH,Kes,Sp.OG (K), (3) Dr. Titi Savitri Prihartiningsih, M.Med.Ed,Ph.D, (4) Dr. Marhaen Hardio,M. Biomed,Ph.D, (5) Prof. DR. Dr. lsmail Hadisoebroto Wilogo, SpOT (K), (6) DR.Dr Rahyussalim Sp.OT (K), (7) Dr Renan Sukmawan,ST,SpJP(K),Ph.D, (8) Prof. Dr. Taruna lkrar,M. Biomed,Ph.D dan (9) Dr Aditiawarman Lubis,MPH.

Daftar 10 pemenang AKDCI IDI-KALBE 2019 yang terpilih adalah (berdasarkan abjad):

  1. Achmad Hudoyo, judul penelitian: Inovasi Metode Deteksi Kanker Paru Non-Invasif Menggunakan Balon Karet sebagai Penampung Napas-Hembusan (Exhaled-Breath) Terkondensasi, Berbasis Pemeriksaan Metilasi DNA dengan Methylation-Specific PCR dan Analisis Senyawa Organik dengan Gas Chromatography Mass Spectrometry.
  2. Arif Rahman Nurdianto, judul penelitian: The Relationship of Hemoglobin, Interleukin-10 and Tumor Necrosis Factor Alpha Levels In Asymptomatic Malaria Patients in Trenggalek, Jawa Timur, Indonesia
  3. Astari Pranindya, judul penelitian: Nilai rasio Neutrofil-Limfosit (RNL) darah dan kadar protein C-Reaktif (CRP) pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) pada kondisi eksaserbasi dan stabil di RS Persahabatan.
  4. Budi Wiweko, judul penelitian: Survival of Isolated Humasnan Pre-Antral Follicles after Vitrification: Analyses of Morphology and The Expression of Fasl and Caspase-3 Mrna
  5. Ery Hermawati, judul penelitian: Chlorogenic acid ameliorates memory loss and hippocampal cell death after transient global ischemia
  6. Rina Diana, judul penelitian: Efektivitas eksosom media terkondisi sel punca mesenkimal Wharton’s jelly terhadap penyembuhan luka secara in vitro
  7. Rizaldy Pinzon, judul penelitian:  Complications as poor prognostic factors in patients with hemorrhagic stroke: A hospital-based stroke registry
  8. Rudi Chandra, judul penelitian: Immunohistochemistry expresions of vitamin D receptor associated with severity of desease in psoriasis patiens.
  9. Septelia Inawati, judul penelitian: Menyibak tabir sel punca kanker untuk target deteksi dan terapi kanker
  10. Umar Zein, judul penelitian: Identifikasi daerah endemik infeksi cacing pita (Taeniosis) Taenia Asiatica Simalungun dan morfologinya di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Indonesia.

Seperti kita ketahui, Lembaga Riset IDI dibentuk bersamaan dengan pelantikan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia 2018-2021. Lembaga memiliki tujuan antara lain meningkatkan kompetensi pelayanan kedokteran, mengejar ketertinggalan penguasaan teknologi kedokteran, mengembangkan inovasi pelayanan kedokteran, meningkatkan daya saing dan mengangkat marwah dokter Indonesia serta mengupayakan penggunaan hasil riset sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam sektor kesehatan.  

Lembaga penelitian IDI ini juga memiliki visi menjadi lembaga riset terkemuka pada era industri 4.0, dengan misi Convergent Thinking, Big Data, Precision Medicine.

Selain dukungan kepada Lembaga Riset IDI, Kalbe juga bekerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi dalam hal pemberian dana penelitian di Indonesia melalui program Ristekdikti-Kalbe Science Award.  Bantuan dana penelitian ini ditujukan kepada penelitian yang memiliki kesiapan untuk dapat dikomersialisasikan sehingga hasil penelitian tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat.

PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara. Kalbe memiliki empat divisi utama yang menangani portofolio merek yang handal dan beragam diantaranya divisi obat resep (Cefspan, Brainact, Broadced, dll), divisi obat bebas (Promag, Mixagrip, Komix, Woods, Fatigon, dll) dan minuman energi dan siap saji (Hydro Coco, Extra Joss), divisi nutrisi (ChilKid, Prenagen, Diabetasol, dll) dan divisi distribusi.

Kalbe kini memiliki lebih dari 35 anak perusahaan dan 12 fasilitas produksi berstandar internasional dan mempekerjakan sekitar 17.000 karyawan yang tersebar di 74 cabang di seluruh Indonesia. Sejak tahun 1991, saham Kalbe tercatat di Bursa Efek Indonesia

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Content Writer
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas