Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kisah Mirisnya Gaji Guru di Pedalaman Papua, hanya Cukup untuk Beli Air Bersih dan Minyak Tanah

Inilah kisah mirisnya gaji guru di pedalaman Papua yang ternyata hanya cukup untuk beli air bersih dan minyak tanah.

Kisah Mirisnya Gaji Guru di Pedalaman Papua, hanya Cukup untuk Beli Air Bersih dan Minyak Tanah
WWF-Indonesia/NataliaT.AGNIKA via Intisari Online
Begini Kisah Mirisnya Gaji Guru di Pedalaman Papua, hanya Cukup untuk Beli Air Bersih dan Minyak Tanah 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah kisah mirisnya gaji guru di pedalaman Papua yang ternyata hanya cukup untuk beli air bersih dan minyak tanah.

Ketika gaji guru di kota lain berjuta-juta, di Papua gaji guru hanya cukup untuk beli air bersih dan minya tanah.

Guru memang mendapat predikat pahlawan tanpa tanda jasa.

Meski demikian, sekarang kesejahteraan guru sudah mulai diperhatikan oleh pemerintah.

Guru sudah mendapat gaji yang sama dengan jabatan atau pekerjaan lain.

Maka banyak orang yang bercita-cita menjadi guru, apalagi sekaligus menjadi guru dan pns.

Namun ternyata masih banyak guru di pedalaman Indonesia yang belum sejahtera.

Salah satunya adalah guru di pedalaman Papua.

Baca: Kisah Seorang Pria Nikahi Gurunya Waktu SMA: Saya Pernah Berkata Suatu Hari akan Menikahinya

Baca: Ditegur Merokok, Siswa Tikam Guru SMK di Manado hingga Tewas, Inafis Tengah Lakukan Olah TKP

Pengabdian guru yang mengajar di pedalaman Papua masih belum mendapat balasan yang setimpal dari sisi kesejahteraan.

Dilansir oleh Kompas.com, ketimpangan kesejahteraan guru tersebut dialami oleh Diana Cristian Da Costa Ati (23), seorang Guru Penggerak Daerah Terpencil (GPDT) yang merupakan program Bupati Mappi.

Dengan tingkat kesulitan dan minimnya sarana infrastruktur di tempatnya mengajar, Diana dan rekan-rekannya hanya menerma gaji Rp 4 juta per bulan.

Diana Cristian Da Costa Ati (23) berpose bersama anak-anak muridnya di SD Inpres Kaibusene, Distrik Haju, Kabupaten Mappi, Papua.
Diana Cristian Da Costa Ati (23) berpose bersama anak-anak muridnya di SD Inpres Kaibusene, Distrik Haju, Kabupaten Mappi, Papua. (Antaranews via Kompas.com)

Dari gaji tersebut pun ternyata masih harus dipotong pajak pendapatan sebesar lima persen.

BACA SELENGKAPNYA >>>>>>>>>>>>>>

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Adya Rosyada Yonas
Sumber: TribunnewsWiki
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas