Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Global NAMA Foundation dan Wafaa Gelar Program 'Uni Here I Come' untuk Pelajar Indonesia

Dalam kegiatan ini, para pelajar diberikan golden compass yang akan memandu dalam menentukan jurusan kuliah yang akan diambil setelah lulus

Global NAMA Foundation dan Wafaa Gelar Program 'Uni Here I Come' untuk Pelajar Indonesia
HandOut/Istimewa
Program 'Uni Here I Come', yang diinisiasi NAMA Foundation dan Wafaa Indonesia. Dalam kegiatan ini, para pelajar diberikan golden compass yang akan memandu dalam menentukan jurusan kuliah yang akan diambil setelah lulus sekolah sesuai dengan minat dan bakat mereka. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pada rapat kerja perdana Komisi X DPR RI dengan Mendikbud RI memaparkan visi misi Presiden yang diterjemahkan menjadi arah pendidikan Indonesia yang terdiri dari; pendidikan karakter, deregulasi dan debirokratisasi, meningkatkan investasi dan inovasi, penciptaan lapangan kerja dan terakhir pemberdayaan teknologi.

Terkait peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja, menteri mengungkapkan, link and match di Indonesia berada pada kondisi yang cukup memprihatikan, dimana banyak kompetensi yang tidak relevan diajarkan dan yang penting justru diabaikan.

Demikian pula pola pikir masyarakat yang hanya ingin mendapatkan pekerjaan tanpa berpikir bagaimana menciptakan lapangan kerja.

Menjawab gagasan menteri pendidikan tersebut, Wafaa Indonesia bersama mitra kerja internasional-nya NAMA Foundation, menyelenggarakan lokakarya persiapan pelajar SMA tingkat akhir untuk menentukan masa depan depan mereka dalam memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat, serta soft skills yang dibutuhkan untuk memasuki kehidupan nyata pascasekolah menengah.

Program ini dinamakan 'Uni Here I Come', merupakan program inisiatif dari NAMA Foundation.

Dalam kegiatan ini, para pelajar diberikan golden compass yang akan memandu dalam menentukan jurusan kuliah yang akan diambil setelah lulus sekolah sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Selain itu, para pelajar mendapatkan manfaat tes dan hasil peta potensi kekuatan dan kelemahan diri, rekomendasi profesi dan jurusan kuliah yang sesuai, konsultasi jurusan kuliah dan seputar dunia perkuliahan serta pengenalan kampus dan jurusan kuliah pilihan.

Izharul Haq, sekretaris Wafaa Indonesia, menekankan pentingnya acara ini karena masih banyak sekali mahasiswa yang salah pilih ambil jurusan, bahkan terjadi setelah lulus, ternyata jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki.

"Kami berharap acara ini bisa memfasilitasi para siswa untuk bisa lebih terbuka lagi tentang bakat yang dimiliki serta minatnya apakah sudah sesuai, sehingga jurusan yang diambil ketika kuliah nanti sudah sesuai dengan bakat dan passionnya. Dan investasi waktunya tidak terbuang karena salah pilih jurusan," terangnya dalam keterangan tertulis, Rabu (19/11/2019).

Kegiatan ini diselenggarakan secara serial selama bulan Oktober sampai dengan November 2019 dan melibatkan lebih dari 300 siswa-siswi di beberapa sekolah menengah atas di Jabodetabek.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas