Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dua Bulan Belajar di Rumah Bikin Siswa Jenuh, Kemendikbud Diminta Buat Acuan Bagi Sekolah

Kejenuhan muncul karena siswa-siswi telah menjalani pendidikan jarak jauh atau belajar dari rumah sudah dua bulan.

Dua Bulan Belajar di Rumah Bikin Siswa Jenuh, Kemendikbud Diminta Buat Acuan Bagi Sekolah
instagram @tvrinasional
Jadwal Tayang Belajar dari Rumah TVRI Besok, Kamis 16 April 2020: PAUD hingga SMA, Berikut Linknya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi X DPR RI meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat terobosan belajar bagi anak sekolah selama pandemi virus corona atau covid-19.

"Yang jelas ada suasana jenuh dari anak-anak sekolah belajar dari rumah, orang tua siswa pun juga sudah jenuh. Jadi ini butuh terobosan dari Kemendikbud," ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda saat dihubungi Tribun, Minggu (26/4/2020) malam.

Menurut Syaiful Huda, kejenuhan tersebut muncul karena siswa-siswi telah menjalani pendidikan jarak jauh atau belajar dari rumah sudah dua bulan.

"Melihat kondisi tersebut, Kemendikbud perlu memikirkan sistem belajar seperti apa nanti? Jika ada skenario belajar dari rumah hingga akhir tahun ini," ucap Huda.

Syaiful Huda menyebut, sistem belajar daring atau online, selama ini juga tidak berjalan efektif karena masih banyak sekolah belum dapat melaksanakan belajar jarak jauh.

"Sekolah yang ada di daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal) tidak bisa menyelenggarakan online. Hampir separuh jumlah sekolah tidak bisa melaksanakan belajar sistem daring, karena keterbatasan infrastruktur," papar Huda.

Politikus PKB itu pun meminta Kemendikbud membuat satu acuan atau model bagi sekolah dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh, mengingat selama ini diserahkan sepenuhnya kepada sekolah.

Baca: Wabah Covid-19 Tak Halangi Roy Geurts Jadi Mualaf, Kekasih Cita Citata Ingin Berpuasa Ramadan

"Misalnya Kemendikbud menyiapkan konten, ya kira-kira nanti guru tinggal 70 persen mengadopsi dan 30 persen lagi dari guru masing-masing," papar Huda.

Di sisi lain, Huda juga meminta Kemendikbud membuat sistem belajar offline tanpa melakukan pertemuan atau tatap muka guru dengan siswa.

"Kalau Kemendikbud mau, bisa memanfaatkan darurat ini sebagai uji coba awal atau semacam laboratorium awal uji materi pengganti UN," ujar Huda.

"Apakah perlu buat karya ilmiah atau mungkin karya sosial," kata Syaiful Huda.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas