TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Pembukaan Sekolah Paling Cepat Dilakukan Akhir Desember

Berdasarkan skenario yang sudah dirancang, paling cepat sekolah baru akan dibuka akhir tahun atau bahkan awal tahun baru.

Pembukaan Sekolah Paling Cepat Dilakukan Akhir Desember
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
PERSIAPAN SEKOLAH HADAPI NEW NORMAL - Kepala Sekolah SMP Islam PAPB Semarang Drs. H Ramelan sedang melakukan pengecekan kesiapan sekolah untuk mempersiapkan kegiatan belajar mengajar 2020/2021 yang rencananya akan dimulai pada bulan Juli 2020 dengan menerapkan protokol pelaksanaan pencegahan Covid-19, Rabu (03/06/20). Persiapan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan anjuran pemerintah dengan menerapkan aturan satu meja atau satu bangku hanya boleh diduduki satu peserta didik, sekolah wajib menyediakan hand sanitizer dan disinfektan tempat cuci tangan dan sabun disediakan di depan kelas, semua siswa dan guru yang ada di lingkungan sekolah wajib menggunakan masker, sekolah menyediakan termometer untuk mengecek suhu peserta didik dan setiap siswa sekolah diwajibkan mencuci tangan pakai sabun setelah melakukan kegiatan. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

"Data sebaliknya dari orang tua terjadi pada hasil polling anak," ujarnya. Sebanyak 9.643 responden siswa (63,7%) setuju sekolah dibuka pada Juli 2020.

Sedangkan, 36,3% memilih menolak sekolah dibuka pada Juli 2020.

"Tampaknya, anak- anak sudah ingin segera sekolah, mereka mulai jenuh di rumah saja. Mereka, rindu kebersamaan dengan teman-temannya,"kata Retno.

Sementara itu, sebanyak 18.111 responden guru (54%) menyatakan setuju sekolah
dibuka pada Juli 2020. Sisanya, menolak sekolah dibuka 46%.

"Guru yang setuju dan tidak setuju berbeda tipis, hanya sekitar 8%, tetapi tetap lebih banyak yang setuju. Kemungkinan para guru juga sudah rindu murid-muridnya," kata Retno.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Aris
Junaedi mengatakan, perkembangan teknologi saat ini mendorong eksistensi
pendidikan jarak jauh. Sehingga, siswa lebih fleksibel belajar mandiri di tengah pandemi
Covid-19.

Terlebih, memasuki new normal ini perlunya menjaga jarak untuk memutus rantai
penyebaran virus corona. "Physical distancing menjadi sebuah keharusan dalam
berbagai aktivitas, termasuk bidang pendidikan," kata Aris.

Aris menambahkan, diperlukan fasilitas pendukung agar proses pendidikan jarak jauh
dapat diselenggarakan dengan baik. Kemendikbud memiliki berbagai program kegiatan
terkait pendidikan jarak jauh ini.

Di antaranya, menyediakan platform pembelajaran daring untuk dimanfaatkan oleh
perguruan tinggi dan mengakses langsung sumber pembelajaran dari perguruan tinggi
lain di www.spada.kemdikbud.go.id.

"Sementara, bagi perguruan tinggi dengan keterbatasan online resources, DIkti menyediakan kuliahdaring.kemdikbud.go.id," ucapnya.

Kemudian, lanjut Aris, dilakukan juga kerja sama dengan provider telekomunikasi untuk
menyediakan akses internet gratis/berbiaya murah bagi dosen dan mahasiswa.

"Ada juga pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam menciptakan materi atau konten pembelajaran daring bagi dosen," jelasnya.(Tribun Network/yud/mam/wly)

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas